SAMPIT, radarsampit.com – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sampit menggelar yudisium atau penetapan nilai akhir selama perkuliahan bagi mahasiswa program studi strata satu manajemen, tahun akademik 2021/2022, Kamis (1/9). Sebanyak 129 mahasiswa sah menyandang predikat sarjana manajemen (SM) dan siap terjun ke dunia kerja dan usaha di segala bidang. Yudisium ditandai dengan pembacaan surat keputusan oleh Wakil Ketua I STIE Sampit Ahmad Rudini, S. Kom. MM. Dalam surat keputusan tersebut dinyatakan, peserta berhak menerima gelar sarjana manajemen setelah melewati kewajiban perkuliahan.
Ketua STIE Sampit Dr HM Thamrin Noor mengatakan, yudisium ini merupakan akhir dalam menjalani program studi strata satu. Namun, hal ini justru awal dari pengabdian kepada masyarakat.
“Kesarjanaan kalian akan diuji saat menghadapi dunia kerja, profesional dan dunia usaha. Buktikan ke masyarakat, dimanapun berada dan bekerja, bahwa gelar sarjana ini tidak didapat dengan instan,” kata Thamrin Noor.
Ditambahkannya, selama perkuliahan, mahasiswa STIE Sampit, digodok sebagai analisator dan kritis, bukan berpikir praktis. Dipastikan Thamrin, selama ini alumni STIE Sampit tak pernah ditolak dimanapun. Sehingga, para alumni tidak perlu khawatir, sebab STIE Sampit telah mencetak kader dan profesional dan diakui banyak pihak.
Adapun, yudisium merupakan pernyataan akhir lembaga pendidikan tinggi, mahasiswa S1 dinyatakan lulus dalam menepuh ujian-ujian mata kuliah. Termasuk juga tugas akademis dan ujian akhir, sesuai perundangan pendidikan tinggi.

Meski demikian, Thamrin mengingatkan peserta yudisium tak besar kepala. Sebab, makna dari gelar akademik bukan hanya semata pada ijazah dan nilai, melainkan penerapan di dunia kerja maupun usaha. ”Ijazah merupakan tanda kelulusan akademis. Namun pada dasarnya nanti di lapangan menjadi buktinya,” ucapnya.
Selama ini STIE Sampit sebagai perguruan tinggi tertua dan sudah terakrediatasi B ini telah memetakan potensi alumninya. Tak hanya disiapkan terjun ke dunia usaha namun juga dipersiapkan menciptakan kerja.
Thamrin juga berharap agar sarjana jebolan program studi manajemen ini tak berpuas diri. Dirinya menginginkan agar para lulusan dapat melanjutkan kuliah ke jenjang lebih tinggi. ”Jangan rayakan kelulusan ini dengan berlebihan. Jangan lupakan almamater,” pesan Thamrin.
Sementara itu peserta yudisium tampak gembira. Mereka senang karena sudah resmi menyandang gelar sarjana itu. “Alhamdulillah semua sukses dan telah mendapatkan nilai terbaik. Kami bersyukur momentum ini mendapat gelar sarjana manajemen. Kami akan menjaga nama baik kampus ini,” ungkap Abdul Azis, perwakilan peserta yudisium.
Ia juga bersama peserta lain berterima kasih atas bimbingan seluruh dosen yang telah memberikan perkuliahan dan pendidikan. Sehingga mereka dapat meraih sarjana manajemen ini dengan kesan yang istimewa. (ton/soc)







