Hebatnya Gempa Tuban, Pangkalan Bun Ikut Bergetar

gempa
Ilustrasi gempa. (net)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Getaran gempa tektonik yang berpusat di 68 Kilometer Barat Laut  Kabupaten Tuban, Jawa Timur dengan magnitude 6,6 di laut Jawa juga dirasakan masyarakat Pangkalan Bun pada Jumat (14/4/2023) pukul 16.55 WIB

Meski terasa namun getaran bersifat ringan dengan skala 0.1 sampai 0.3 M dan tidak berpotensi merusak bangunan rumah.

Bacaan Lainnya

Kepala Stasiun Meteorologi (Stamet) Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat Aqil Ikhsan mengatakan sensor mencatat getaran terasa hingga wilayah Kalimantan.

“Sensor mencatat getaran yang terasa hingga wilayah Kotawaringin Barat dan radius gempa dilihat pada peta yaitu Kalimantan bagian Selatan yang terdampak dan merasakan getaran gempa dengan kekuatan II-III,” terangnya.

Menurutnya getaran gempa bumi tektonik dirasakan warga Pangkalan Bun, Sukamara, Seruyan sampai Banjarmasin dan karena kekuatannya kecil maka tidak semua orang bisa merasakan, dan kekuatan II-III biasanya hanya menggoyangkan benda-benda ringan.

Lebih lanjut dijelaskannya, wilayah Kalimantan sudah beberapa kali mengalami gempa ringan hingga kuat. Namun berdasarkan catatan, gempa terkuat kebanyakan terjadi di Kalimantan Timur.

Diungkapkannya, berdasarkan data katalog gempa di BMKG sejarah gempa bumi di Kalimantan. Gempa berkekuatan besar dan tsunami Sangkulirang Kalimantan Timur yang terjadi pada tanggal 14 Mei 1921.

Dampak gempa Sangkulirang dilaporkan memiliki skala intensitas VII-VIII MMI, yang artinya banyak bangunan mengalami kerusakan sedang hingga berat. Gempa kuat ini diikuti terjangan tsunami yang mengakibatkan kerusakan di sepanjang pantai dan muara sungai di Sangkulirang, Kalimantan Timur.

Kemudian Gempa Tarakan Kalimantan Timur 19 April 1923. Gempa Tarakan ini dilaporkan memiliki kekuatan M=7,0. Dampak guncangannya mencapai skala intensitas VII-VIII MMI yang artinya banyak bangunan mengalami kerusakan sedang hingga berat. Gempa ini menyebabkan banyak kerusakan bangunan rumah dan rekahan tanah.

Pada 14 Pebruari 1925 Tarakan Kalimantan Timur diguncang gempa. Guncangan gempa ini dilaporkan sangat kuat mencapai skala intensitas VI-VII MMI hingga menyebabkan kerusakan banyak bangunan rumah di Tarakan.

Selang 12 tahun kemudian atau tepatnya 28 Februari 1936, Tarakan kembali diguncang gempa kuat yang ketiga kalinya dengan magnitudo M=6,5. Gempa ini juga dilaporkan menimbulkan kerusakan bangunan rumah.

Selain itu, diperiode tahun 2008 gempa juga mengguncang Pulau Laut Kalimantan Selatan pada 5 Februari 2008. Gempa berkekuatan M=5,8 ini dirasakan guncangannya cukup kuat di Pulau Laut, Pulau Sebuku, Pulau Sembilan, Pagatan, dan Batulicin.

“Gempa Tarakan Kalimantan Timur 21 Desember 2015. Gempa ini memiliki magnitudo M=6,1. Pusat gempa terletak di laut dengan jarak 29 km arah timur laut Tarakan. Gempa ini merusak banyak bangunan rumah dengan aktivitas gempa susulan mencapai sebanyak 16 kali,” ungkapnya.

Disampaikannya gempa juga menghantam Kendawangan Kalimantan Barat pada 24 Juni 2016. Gempa itu memiliki magnitudo cukup signifikan M=5,1 dan menyebabkan beberapa rumah mengalami kerusakan.

Tercatat, gempa juga pernah mengguncang Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah pada 14 Juli 2018. Gempa dengan magnitudo M=4,2 ini guncangannya dirasakan di daerah Katingan, Kasongan, Batu Tinggi, dan Bengkuang dengan skala intensitas III-IV MMI. Gempa ini dilaporkan menyebabkan 1 rumah rusak ringan.

”Terakhir gempa di Kalimantan dirasakan pada Mei 2019. Seperti yang disampaikan di sini ada beberapa gempa ringan hingga kuat di Kalimantan. Namun, untuk yang kuat kebanyakan di Kaltim, khusus di Kobar, kebencanaan dengan risiko besar memang bencana banjir, karhutla dan longsor, dan untuk gempa termasuk risiko yang kecil,” pungkasnya. (tyo/sla)

Pos terkait