Inilah 6 Tradisi yang Dipertahankan saat Perayaan Natal di Berbagai Negara

perayaan natal
Ilustrasi pasangan yang membaca Alkitab dengan menggunakan aksesori Natal. (Dhimas Ginanjar/Dall E)

Radarsampit.com – Perayaan Natal umumnya identik dengan pohon cemara, hadiah, dan makan-makan bersama keluarga. Namun, di berbagai belahan dunia, perayaan Natal ada yang dilakukan dengan cara yang unik dan jauh dari kata biasa.

Dilansir dari The Independent (25/12), terdapat setidaknya enam tradisi Natal dari berbagai negara yang dinilai paling tidak lazim, tetapi masih dipertahankan sampai saat ini.

Bacaan Lainnya

Tradisi-tradisi itu dilakukan karena kepercayaan turun-temurun, nilai budaya, mitos lokal, sebagai simbol keberuntungan, perlindungan dari roh jahat, penghormatan kepada leluhur, atau sekadar perayaan unik yang telah mengakar dalam masyarakat setempat.

Makan Kulit Paus di Greenland

Masyarakat Greenland yang mayoritas berasal dari suku Inuit merayakan Natal dengan makanan tradisional ekstrem yang bernama mattak dan kiviak.

Mattak merupakan kulit paus yang disajikan mentah lengkap dengan lapisan lemaknya. Makanan ini tidak dimasak karena dipercaya mengandung nutrisi penting, seperti vitamin dan energi tinggi yang sangat dibutuhkan untuk bertahan hidup di wilayah Arktik.

Sementara itu, kiviak adalah makanan hasil proses fermentasi burung laut kecil. cara membuatkan dilakukan dengan memasukkan burung ke dalam kulit anjing laut, lalu dikubur dan dibiarkan selama beberapa bulan hingga terfermentasi.

Menyembunyikan Sapu di Norwegia

Di Norwegia, ada satu tradisi unik yang dilakukan saat malam natal, yaitu menyembunyikan sapu sebelum pergi tidur. Kebiasaan ini berakar dari kepercayaan kuno yang meyakini bahwa pada malam Natal, roh jahat dan penyihir akan keluar dan berkeliaran.

Sapu dipercaya sebagai alat yang digunakan makhluk-makhluk itu untuk terbang. Oleh karena itu, masyarakat setempat menyembunyikan sapu agar rumah tetap aman.

Hias Pohon Natal dengan Jaring Laba-laba di Ukraina

Ukraina memiliki tradisi menghias pohon Natal dengan jaring laba-laba yang dikenal dengan sebutan pavuchky. Berbeda dengan ornamen berkilau atau lampu warna-warni, dekorasi ini terinspirasi dari sebuah legenda yang berkembang di sana.

Masyarakat Ukraina menghias pohon Natal dengan ornamen jaring laba-laba, baik yang terbuat dari benang, logam, maupun kaca karena laba-laba dianggap sebagai makhluk yang rajin dan tekun.

Melempar Puding di Slovakia

Slovakia juga punya tradisi unik yang dilakukan saat makan malam Natal bersama keluarga. Pada momen itu, anggota keluarga tertua atau kepala keluarga mengambil sebagian kecil puding tradisional yang biasanya terbuat dari campuran roti, susu, biji poppy, dan gula lalu melemparkannya ke langit-langit rumah.

Puding yang menempel di langit-langit dipercaya sebagai pertanda baik. Semakin banyak bagian puding yang melekat, semakin besar pula keberuntungan, kesehatan, dan rezeki yang diyakini akan diterima keluarga sepanjang tahun berikutnya.

Melempar Sepatu di Republik Ceko

Dalam suasana perayaan Natal bersama keluarga, para perempuan lajang di Ceko berdiri dengan punggung menghadap pintu rumah, lalu melempar sepatu ke belakang melewati bahu mereka.

Arah jatuh sepatu diyakini memiliki makna khusus. Jika ujung sepatu mengarah ke pintu, hal itu ditafsirkan sebagai pertanda bahwa sang perempuan akan segera meninggalkan rumah orang tuanya karena menikah dalam waktu satu tahun ke depan.

Sebaliknya, jika tumit sepatu yang menghadap pintu, maka sang pelempar dipercaya masih akan melajang untuk sementara waktu.

Caga Tio dan Caganer di Catalonia, Spanyol

Catalonia memiliki tradisi unik bernama Caga Tio, yaitu kayu yang diukir menyerupai wajah manusia yang diberi makan selama menjelang Natal, lalu dipukul-pukul pada malam Natal agar mengeluarkan hadiah.

Pos terkait