Iseng-Iseng Berhadiah, Jari Bocah Ini Nyangkut Mur As Sepeda Motor

Jari Nyangkut di Mur
PENANGANAN : Petugas Damkar Palangka Raya membantu melepaskan mur yang menyangkut di jari anak berusia 6 tahun. ISTIMEWA/RADAR PALANGKA

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Lantaran iseng memasukkan mur as sepeda motor ke jari tengah. Anak berinisial IR (6) bersama orang tuanya harus minta bantuan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau DPKP Palangka Raya, Kalteng.

Ketenangan dan konsentrasi penuh pun dilakukan petugas Damkar dalam penanganan pelepasan mur di jari tengah. Perlu satu jam hingga mur terbuat dari besi tebal itu berhasil dilepas. Untungnya, tidak ada tangis dari IR, meski pun jari tengahnya sudah bengkak.

Bacaan Lainnya

Kasek Pengendalian Operasi dan Komunikasi Penyelamatan, Sucipto menerangkan, peristiwa berawal dari keisengan sang anak memasukkan benda ke jari tengah. Sang anak itu menduga, benda tersebut bisa dilepas. Namun ternyata lengket dan dengan berbagai usaha tetap tidak bisa dilepas.

“Biasa anak-anak, untungnya sudah berhasil melepaskan cincin dari mur ukuran 14. Awasi anak-anak jangan sampai terulang lagi, kasihan jari tangan hingga bengkak,” ungkapnya, Jumat (20/9/24).

Sucipto menyebutkan, pemotongan mur berlangsung satu jam  menggunakan mesin gerinda mini. Jika salah sedikit saja akan mencederai tangan korban, namun karena sudah terlatih akhirnya berhasil dilepas, meskipun membutuhkan waktu lama.

“Jarinya sudah bengkak, jadi kami potong menggunakan alat potong yang aman, tidak membahayakan. Sedikit pun tidak ada yang lecet. berhasil dilepas dengan cara dipotong dengan alat, tanpa meninggalkan bekas luka sedikit pun,” bebernya.

Sucipto menyampaikan, berdasarkan pengakuan sang anak, kejadian itu disaat orang tua ada kegiatan lain di rumah dan  si anak juga membuat pekerjaan sendiri dengan masuk ke gudang peralatan.

Lalu ketemu dengan Mur as sepeda motor dan dipasang pada jarinya, karena dianggap sebagai cincin. Setelah masuk jari dan ketika si anak mau melepas ternyata tidak bisa.

Lantaran panik, si anak menyampaikan ke orang tuanya dan minta dilepas cincin dari mur tersebut. Orang tua berusaha mencoba melepasnya hingga  malam juga tidak berhasil. Bahkan mereka sempat terpikir membawa si anak ke UGD Rumah Sakit, tetapi urung dilakukan.

Lanjut Sucipto, atas saran keluarga langsung dibawa ke Pos Rescue Damkar Jalan Diponegoro, karena masalahnya adalah cincin mur dari besi dan sulit untuk dilepas.

Sampai di pos, tim langsung bertindak cepat dan sangat berhati hati hingga 1 jam akhirnya cincin dapat dilepas.

“Luar biasa perjuangan tim dan berhasil dilepas dengan baik tanpa lecet dan tanpa luka dan  anak di dampingi oleh ayah kandungnya sendiri. Mantapnya, korban tidak menangis dan ini juga menjadi perhatian bagi orang tua, semoga tidak ada kejadian serupa,” ungkapnya.

Sucipto menambahkan, penanganan itu bagi petugas damkar melakukan penyelamatan merupakan amanah yang diembannya. Merujuk Nomenklatur baru 2022, DPKP Palangka Raya harus ada penyelamatan fisik, orang, harta benda, alam dan hewan.

Jika ada laporan penyelamatan seperti kasus di atas, petugas Damkar langsung sigap melakukan penyelamatan sesuai prosedur dan peraturan yang telah diatur.

”Konketnya kami siap untuk memberikan langkah terbaik dalam penanganan,’ pungkasnya. (daq/fm)

 

Pos terkait