Radarsampit.com – MotoGP terus melakukan pembenahan demi meningkatkan keselamatan para pembalap. Komisi Grand Prix resmi mengumumkan sejumlah perubahan penting yang akan diterapkan mulai musim 2026 hingga 2028. Langkah ini diambil setelah evaluasi bersama para pembalap, tim, serta pemangku kepentingan balap motor dunia.
Dilansir dari Motosan, perubahan tersebut mencakup penghapusan perangkat holeshot pada motor MotoGP, perubahan susunan grid start, hingga pembatasan jumlah motor yang dapat digunakan setiap pabrikan di kelas utama.
Keputusan ini menjadi salah satu reformasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir karena menyentuh aspek teknis sekaligus keselamatan saat start balapan.
Salah satu aturan baru yang paling menyita perhatian adalah penghapusan perangkat pengatur ketinggian suspensi depan atau yang lebih dikenal sebagai holeshot device. Teknologi tersebut selama ini digunakan untuk membantu motor melesat lebih cepat saat start dengan menurunkan bagian depan motor.
Komisi Grand Prix menyatakan perangkat tersebut akan dihapus mulai MotoGP Belanda 2026. Keputusan ini diambil setelah seluruh tim MotoGP diajak berdiskusi dan para pembalap diberikan kesempatan melakukan simulasi start dalam sesi latihan tambahan.
Dengan dihapusnya perangkat tersebut, diharapkan risiko insiden pada fase start bisa berkurang sekaligus membuat balapan lebih aman bagi seluruh peserta.
Selain menghapus holeshot device, MotoGP juga melakukan perubahan pada tata letak grid start yang akan mulai berlaku sejak MotoGP Jerman 2026.
Jika sebelumnya jarak vertikal antarbaris pembalap hanya tiga meter, kini diperlebar menjadi empat meter. Artinya, jarak total antarbaris yang sebelumnya sembilan meter akan bertambah menjadi 12 meter.
Meski demikian, jumlah pembalap dalam setiap baris tetap dipertahankan sebanyak tiga orang.
Perubahan tersebut dilakukan untuk memberikan ruang lebih besar saat start sehingga mengurangi potensi kontak antarpembalap ketika memasuki tikungan pertama.
Tak hanya itu, regulasi jangka panjang juga telah disiapkan untuk musim 2028. Mulai tahun tersebut, setiap pabrikan hanya diperbolehkan menurunkan maksimal enam motor di grid MotoGP.
Aturan ini berarti satu pabrikan hanya bisa memasok tim pabrikan dan maksimal dua tim satelit. Regulasi tersebut akan diterapkan dengan syarat terdapat sedikitnya lima pabrikan yang berkompetisi di MotoGP.
Langkah ini diyakini dapat menciptakan persaingan yang lebih seimbang sekaligus membuka peluang bagi pabrikan lain untuk berkembang di kelas premier.
Melalui serangkaian perubahan tersebut, MotoGP menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan standar keselamatan tanpa mengurangi daya tarik kompetisi yang selama ini menjadi ciri khas ajang balap motor paling bergengsi di dunia.







