SAMPIT – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur Muhamad Yusuf memimpin rapat koordinasi dalam rangka prognosa ketersediaan dan kebutuhan pangan serta stabilitas harga pasokan bahan kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Rakor digelar di aula Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (14/4).
Rakor dihadiri narasumber dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kepala Bulog Cabang Sampit, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Kepala KSOP Sampit, Badan Pusat Statistik dan Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur.
Muhamad Yusuf mengatakan, hasil rakor diperoleh berbagai informasi, diantaranya komoditas yang menjadi sorotan yaitu beras, telur ayam ras, daging sapi, daging ayam ras, gula, minyak goreng dan bawang merah. Kebutuhan komoditas rata-rata mengalami kenaikan kebutuhan dibandingkan dengan bulan normal. Seperti komoditas beras pada bulan April diperkirakan kebutuhan sebesar 3.130 ton dan naik menjadi 3.235 ton pada bulan Mei. Komoditas bawang merah kebutuhan bulan normal sebesar 544 ton dan naik menjadi 562 ton, cabai besar mengalami kenaikan kebutuhan sebanyak 1 ton dari 52 ton pada bulan normal dan naik menjadi 53 ton menjelang hari raya.
Komoditas cabai rawit untuk bulan normal sebanyak 822 ton dan meningkat menjadi 849 ton. Daging sapi dari kebutuhan bulan normal sebesar 1.094 ton menjadi 1.131 ton. Daging ayam ras dari kebutuhan bulan normal sebesar 754 ton menjadi 780 ton. Telur ayam ras nai dari 905 ton menjadi 935 ton, gula naik dari 1.127 ton menjadi 1.165 ton. Minyak goreng juga naik dari 1.284 ton menjadi 1.327 ton.
Total perkiraan kebutuhan beras pada bulan April sebesar 8.626 dengan total perkiraan ketersediaan sebesar 11.756 ton Stok mengalami surplus 3.130 ton. Jumlah pasokan ketersediaan antara lain dari produksi sendiri, import dari luar daerah dan stok Bulog Cabang Sampit sehingga komoditas beras diperkirakan aman dalam 3-4 bulan kedepan. Stok daging ayam diperkirakan sebesar 4312,5 ton dan diperkirakan aman sampai lebaran. Stok minyak goreng curah sebanyak 7,5 ton per hari dan stok di Bulog sebesar 16 000 hiter dan diperkirakan aman sampai Idul Fitn.
”Analisa menunjukan komoditas yang perlu dijaga ketersediaan dan harga menjelang HBKN meliputi cabai, bawang merah dan daging sapi. Harga beberapa komoditas cenderung mengalami kenaikan dibandingkan pada bulan normal, akan tetapi tidak terlalu signifikan. Hal-hal yang menyebabkan kenaikan harga pangan dan permasalahannya adalah siklus musim tahunan dan kenaikan harga komoditas import,” ucap Muhamad Yusuf.
Perlunya peningkatan koordinasi dan sinergitas dengan seluruh stakeholders dalam upaya menjaga pasokan, kestabilan harga serta mencegah adanya potensi praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat dalam harga jual komoditas pangan. Pemantauan harga komoditas pangan pada prinsipnya adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan beberapa stake holder lainnya.
”Namun dalam rangka menyambut Idulfitri, maka kegiatan pemantauan dan pengawasan akan lebih intensif dilakukan,” ucap Muhamad Yusuf. (yit)








