SAMPIT, radarsampit.com – Dalam rangka memperingati Hari Energi Sedunia tahun 2022, warga SMAN 2 Sampit mengadakan kegiatan Bike To School. Hal itu sebagai salah satu upaya mengurangi jejak karbon. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat (28/10) lalu.
Guru SMAN 2 Sampit Ana Farida mengatakan, selain mengurangi polusi, dalam kegiatan Bike To School, pihaknya juga sekaligus melanjutkan proyek P5, yaitu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Salah satu proyeknya adalah jejak karbon. Hari Energi Sedunia jatuh pada 22 Oktober, namun peringatan tersebut baru bisa dilaksanakan seminggu setelahnya.
”Jadi, kendaraan bermotor itu salah satu penyumbang jejak karbon terbesar yang menyebabkan polusi. Dengan kegiatan ini, harapan kami dapat menghemat energi, terutama dari kendaraan bermotor, menjadi salah satu cara kami untuk menyayangi bumi,” ujarnya.
Pihaknya berharap event tersebut bukan hanya dilaksanakan di hari energi, tapi bisa diagendakan setiap bulan. ”Kecil-kecilan sosialisasinya. Mulai dari sekarang. Walaupun sekarang mungkin yang bersepeda masih 50 persen, nanti kami usahakan bagaimana ke depannya jumlah siswa yang bersepeda di hari yang kami tentukan lebih banyak lagi,” katanya.
Dampak lain dari kegiatan tersebut selain mengurangi jejak karbon, juga upaya mengurangi laka lantas. Sebab, menurutnya, dengan bersepeda, rute para pelajar untuk jalan-jalan menyempit.
”Jadi, mungkin secara tidak langsung mengurangi laka lantas. Di samping menyehatkan juga, karena di hari Jumat ada slogan Jumat sehat. Jadi, bertepatan dengan itu, kami adakan juga event ini dan kebetulan pada kesempatan ini kami sedang merayakan HUT SMAN 2 Sampit, sehingga dibarengilah dengan Bike To School ini,” ucapnya.
Guru SMAN 2 Sampit lainnya, Anwar Muttaqin menambahkan, dalam peringatan Hari Energi Sedunia, semua warga sekolah turut terlibat. Baik guru maupun para siswa dan siswinya. Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 06.15 – 06.45 WIB.
”Kalau dari kelas 10 sangat antusias sekali. Hampir semua yang memiliki sepeda mau mengikuti. Kelas 11 dan 12 juga mengikuti,” katanya.
Menurut Anwar, pelajar SMAN 2 Sampit sering mendapatkan juara lomba-lomba. Bahkan hingga tingkat internasional yang berkaitan dengan memelihara bumi, sehingga memperingati Hari Energi Sedunia menjadi hal yang harus mereka laksanakan.
”Malu juga kalau kita tidak menggalakkan ini. Rencananya, kegiatan tersebut akan dilakukan sekali dalam satu bulan pada Jumat, di akhir bulan,” katanya.
Pihaknya akan mencanangkan peserta didik yang jarak rumahnya kurang dari satu kilometer, wajib berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Penggunaan sepeda bagi para pelajar juga ada baiknya dibandingkan menggunakan kendaraan bermotor. Apalagi di usia mereka rata-rata belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM)
”Rata-rata mereka juga tidak punya Sim, dan juga apabila mereka pakai sepeda. Mereka tidak mungkin keluyuran jauh-jauh. Lebih terpantau, sehingga mudah bagi kami untuk mengetahui. Biasanya siswa yang menggunakan sepeda kalau sudah pulang sekolah akan langsung pulang ke rumah,” ujarnya.
Dia juga merasakan kekhawatiran apabila siswa-siswinya menggunakan sepeda motor, karena di kawasan tersebut hampir setiap hari ada polisi. Pelajar yang tidak memiliki surat kendaraan lengkap bisa saja terjaring razia.
”Setiap hari ada polisi di sini. Itu juga yang kami khawatirkan. Mulai saat ini kami sudah membiasakan bagaimana hidup yang mengurangi jejak karbon, kemudian mengurangi energi dan juga memelihara bumi dengan sebaik-baiknya,” katanya. (soc/yn)








