KKN dan PKL STIE Sampit Emban Amanah Transformasi Digital UMKM di Kotim

8 utama (1)
Ketua STIE Sampit Thamrin Noor berfoto bersama dengan seluruh peserta KKN dan PKL tahun akademik 2022 - 2023, di aula Kampus Biru, Rabu (18/1).

SAMPIT, radarsampit.com –  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sampit melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) tahun akademik 2022- 2023 . Sebanyak 141 mahasiswa semester akhir diterjunkan ke masyarakat, terdiri dari 128 mahasiswa program studi manajemen dan 13 mahasiswa program studi kewirausahaan.

Dengan KKN dan PKL ini diharapkan dapat mengembangkan dan menciptakan inovasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) unggul dalam transformasi digital melalui ilmu manajemen dan kewirausahaan yang diperoleh mahasiswa selama ini.

“Saatnya waktunya kita membuktikan apa yang telah didapat secara teoritis diperoleh saat perkuliahan kepada masyarakat melalui praktik. Tunjukkan kalian sebagai seorang mahasiswa yang berilmu dengan mengabdi kepada masyarakat,” kata Ketua STIE Sampit Thamrin Noor saat membuka KKN dan PKL di kampus itu, Rabu (18/1).

Di era yang penuh tantangan global ini, Thamrin ingin mahasiswa STIE Sampit menjadi sosok yang tangguh. Dan modalnya sudah diberikan selama perkuliahan yang telah dijalani.

Thamrin Noor mengingatkan kepada mahasiswa agar menjaga perilaku saat mengabdi kepada masyarakat. Dirinya ingin, STIE Sampit tak hanya melahirkan mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik mumpuni, melainkan juga punya moral yang baik dalam masyarakat.

8 utama (2)
Ketua STIE Sampit Thamrin Noor saat memasang topi kepada peserta tanda dimulainya KKN dan PKL STIE Sampit, Rabu (18/1).

Sementara itu, Ketua Pelaksana KKN STIE Sampit Ahmad Rudini mengungkapkan, kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya bagi mahasiswa untuk dibentuk sebagai insan intelektual. Selain itu juga untuk mendukung program pemerintah menjadikan UMKM di daerah itu agar menjadi lebih unggul.

”Tujuan KKN dan PKL tahun ini untuk amal bakti pengabdian masyarakat. Sebab, dosen tidak hanya melakukan riset dan pembelajaran tapi juga pengabdian masyarakat,” ujar Rudini.

KKN dan PKL ini merupakan salah satu syarat wajib yang harus ditempuh mahasiswa semester akhir agar bisa  lulus. KKN STIE Sampit dibagi dua yakni dilaksanakan di lingkungan kampus dan langsung ke masyarakat.

”Dalam KKN dan PKL ini ada dua agenda yakni internal dan eksternal. Internal pengabdian pada kampus tercinta. Agar ada kenangan dan terus dipakai untuk generasi selanjutnya. Serta KKN dan PKL eksternal pengimplementasian ke masyarakat,” jelasnya.

Kendati demikian mahasiswa tak langsung dilepas, namun didampingi oleh dosen. Masing-masing kelompok didampingi satu orang dosen. Dalam KKN dan PKL kali ini ada 14 kelompok kerja, dan akan disebar di sejumlah desa dan kelurahan di Kotim.

Hingga saat ini, STIE Sampit di mata masyarakat merupakan salah satu kampus terbaik. Demikian halnya dengan mahasiswanya. STIE Sampit pun bertekad agar hal ini tetap dipertahankan. Sehingga STIE Sampit mampu terus menjadi perguruan tinggi terbaik di Bumi Habaring Hurung ini.

Dengan KKN dan PKL ini, STIE Sampit ingin eksistensi dan manfaatnya semakin menyebar luas ke masyarakat.  Selain itu juga berharap mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang didapat saat perkuliahan secara nyata untuk masyarakat. (soc)

Pos terkait

Komentar ditutup.