Mukhtarudin Dorong Tumbuhnya Industri Kecil Menengah di Kalteng

Ajak Ubah Pola Pikir untuk Jadi Wirausahawan Sukses

mukhtarudin
SEMINAR WIRAUSAHA: Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin dalam acara Seminar Wirausaha Industri Sukses di Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah, Sabtu (27/2023).

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin mendorong tumbuhnya Industri Kecil Menengah (IKM) di Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir untuk menjadi wirausaha industri yang sukses.

Menurutnya sektor Industri Kecil Menengah (IKM) terbukti mampu bertahan pada saat badai Covid-19 menerpa. Sementara di kota-kota besar, mall, toko-toko, perusahaan banyak yang tutup dikala itu.

Bacaan Lainnya
Gowes

“Hanya IKM yang bergerak dan bertahan ditengah krisis, daya tahan IKM ini kuat, maka kita dorong agar semakin besar dan diperkuat,” ungkap Mukhtarudin dalam acara Seminar Wirausaha Industri Sukses di Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah, Sabtu (27/2023).

Selain itu, sektor IKM juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebanyak 60 persen, termasuk didalamnya industri manufaktur dan IKM, artinya, kata Mukhtarudin, ekonomi dapat didongkrak melalui  IKM.

“Kita dorong terus industri dan wirausaha khususnya di Kalteng ini. Karena rasio pengusaha di Indonesia baru 3,4 persen dari 273 juta penduduk atau baru 9 juta orang yang jadi pengusaha,” bebernya.

Baca Juga :  Abdul Razak: KAHMI dan FORHATI Wajib Berkiprah dalam Pembangunan 

Politisi Partai Golkar ini berharap, rasio pengusaha di Indonesia bisa di atas 5 persen. Karena negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand sudah mencapai 7 persen, sedangkan pengusaha di Indonesia masih 3,4 persen.

Oleh karena itu ia berharap di tahun 2030, sudah ada 20 juta pengusaha dari total jumlah penduduk 273 Juta. Hal itu akan mendongkrak pertumbuhan negara smakin maju.

“Contoh kecil kalau banyak pengusaha disini (Lamandau) membuka warung, hotel, bengkel tentu akan kelihatan maju, jika tidak maka hanya akan di isi petani dan pegawai negeri saja,” terangnya.

Anggota DPR RI Komisi VII ini bersama pemerintah daerah Lamandau mengajak untuk membangun SDM yang berkualitas, produktif, memiliki keunggulan yang komprehensif dan kompetitif, sehingga pada puncak bonus demografi tahun 2030 SDM yang ada, diharapkan tidak menjadi beban dan masalah tapi menjadi modal dan kekuatan untuk membangun dan memajukan daerah. (sam/sla)



Pos terkait