Pekikan Dukungan dan Gelak Tawa Lomba HUT Kemerdekaan

Lomba Agustusan di halaman Rumah Jabatan Wakil Bupati Kotim Irawati

lomba agustusan
MERIAH: Wabup Kotim Irawati menggelar lomba 17-an di halaman Rujab Wabup Kotim Jalan A Yani Sampit, Selasa (22/8/2023). (YUNI/RADAR SAMPIT)

”Ayo.. ayo.. ayo!” teriakan tersebut silih berganti di halaman Rumah Jabatan Wakil Bupati Kotim Irawati, Selasa (22/8). Mereka mendukung rekannya yang tengah berjuang mengikuti lomba 17-an yang digelar Irawati.

Irawati menggelar perlombaan tersebut untuk memeriahkan hari ulang tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Sejumlah tim ikut berpartisipasi, di antaranya dari Setda Kotim, Protokol Kotim, Satpol PP, Rujab Wabup, dan PWI Kotim.

Bacaan Lainnya

”Perlombaan yang digelar ini untuk memeriahkan HUT ke-78 Kemerdekaan RI,” kata Irawati.

Menurutnya, lomba itu bukan hanya ajang kompetisi. Tetapi juga sarana mempererat tali persaudaraan antara perangkat daerah dan mitranya, dalam hal ini PWI Kotim. Juga mengenang perjuangan pahlawan merebut kemerdekaan.

”Kenapa saya melibatkan PWI Kotim pada kegiatan ini? Karena wartawan adalah bagian dari sejarah. Justru dengan peran wartawan ini kemerdekaan tercatat sebagai sejarah, sehingga insan pers kami libatkan untuk menghormati profesi wartawan. Kami pemerintah daerah juga tidak akan ada apa-apanya tanpa wartawan,” ujarnya.

Dalam perjuangan kemerdekaan, menurutnya, hal tidak boleh dilupakan bangsa ini adalah peran penting pers atau wartawan penulis atau penyiar berita. Sejarah Indonesia mencatat peran serta pers mencapai Indonesia merdeka. Wartawan Indonesia juga tercatat sebagai patriot bangsa bersama perintis pergerakan di berbagai pelosok Tanah Air yang berjuang menghapus penjajahan dari bumi pertiwi.

Tak lupa Irawati juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi sejumlah pihak yang ikut meramaikan peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan RI yang digelar tahun ini.

Adapun perlombaan yang digelar terdiri dari lomba balap kelereng, makan kerupuk, mengeluarkan bola dari kardus, balap karung, tarik tambang, memasukkan paku dalam botol, memasukan air dalam botol menggunakan spons, lomba mengaitkan keranjang pakai kepala, estafet sarung, estafet tepung, dan estafet air.

Suasana keseruan dan kemeriahan tergambar jelas dalam kegiatan itu. Teriakan semangat disertai riuh tepuk tangan begitu menggelora dari masing-masing suporter yang saling mendukung peserta lomba.

Dalam semangat persatuan dan kebersamaan, masing-masing tim berkompetisi dan berjuang memenangkan lomba. Pekikan suara pendukung semakin bersemangat ketika perwakilan timnya memenangkan lomba.

Salah satu lomba kekinian, yakni mengaitkan keranjang plastik menggunakan kepala, sukses mengundang gelak tawa. Peserta mengenakan keranjang di kepalanya seperti topi. Mereka adu cepat mengaitkan kail pada topi ke tali yang telah disediakan.

Tak sedikit peserta yang kesulitan mengaitkan keranjang. Namun, ada pula yang dengan mudahnya memenangkan lomba tersebut.

Lomba lainnya yang tak kalah seru, mengeluarkan bola dari dalam kardus. Untuk menjadi pemenang, peserta harus mengeluarkan sebanyak mungkin bola dari kardus. Permainan ini cukup sulit, karena peserta harus berjuang keras untuk mengeluarkan bola dengan menggoyang-goyangkan badan.

Pada kesempatan itu, Tim PWI Kotim memenangkan sejumlah perlombaan, seperti lomba makan kerupuk, lomba mengaitkan keranjang pakai kepala, lomba balap karung, mengeluarkan bola dari kardus, dan beberapa lomba lainnya.

Pada lomba tarik tambang yang cukup menguras kekuatan tim, PWI harus mengakui ketangguhan tim lain, meskipun tim PWI sudah bersusah payah menarik tambang. Di akhir acara, PWI juga mendapatkan kejutan dari Wakil Bupati Kotim Irawati yang memberikan bonus hadiah, karena menjadi dinilai tim paling seru menurut penilaiannya.

Pada beberapa lomba, Ketua PWI Kotim Siti Fauziah tak ketinggalan ikut menjadi peserta. Bahkan, pada lomba mengeluarkan bola dari kardus, Fauziah sempat unggul pada babak penyisihan. Namun, gagal meraih juara saat babak final.

Pos terkait