Pelangsir BBM Tewas Jadi Korban Tabrak Lari Kendaraan Misterius di Jalur Rawan Tjilik Riwut

kecalakaan tabrak lari
LAKALANTAS: Petugas Polisi dan warga saat mengevakuasi korban tabrak lari di Jalan Tjilik Riwut, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotim, Sabtu (22/11) pagi. SAMSUL/RADAR SAMPIT

Radarsampit.com – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur rawan Jalan Tjilik Riwut. Seorang pelangsir BBM bernama Salapudin alias Udin, warga Kota Besi Hulu RT 06 RW 02, tewas dalam insiden yang terjadi pada Sabtu dini hari (22/11/2025) di Desa Patai, Kecamatan Cempaga, Kotawaringin Timur.

Korban ditemukan tergeletak di pinggir jalan dalam kondisi luka parah oleh warga yang melintas. Informasi awal dibenarkan oleh Idah, warga setempat. “Kabarnya korban bernama Udin, warga Kecamatan Kota Besi,” ujar Idah.

Bacaan Lainnya

Salapudin sempat dievakuasi ke Puskesmas Cempaga, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka berat di bagian kepala. Jenazah kemudian langsung dibawa ke Banjar untuk dimakamkan tanpa dibawa ke rumah duka.

Dugaan Tabrak Lari

Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Namun dugaan kuat mengarah pada tabrak lari, setelah petugas menemukan puing-puing sparepart truk di lokasi kejadian tanpa adanya kendaraan ataupun pengemudinya.

Samsul, salah satu warga yang berada di lokasi, membenarkan temuan tersebut. “Kami tadi ada melihat puing-puing pecahan sparepart truk diamankan polisi,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, korban mengendarai sepeda motor KH 2284 FP dari arah Sampit menuju Palangka Raya sambil membawa 12 jeriken berisi minyak.

Dari arah berlawanan, sebuah kendaraan diduga truk melintas dan mengenai salah satu jeriken yang dibawa korban, hingga membuatnya terpental ke badan jalan.

Polisi Cari Saksi dan Pelaku

Petugas Polsek Cempaga kini tengah mencari saksi yang melintas pada waktu kejadian dan menelusuri jejak kendaraan yang diduga melarikan diri.

“Semoga dengan barang bukti di lokasi menjadi petunjuk kuat agar kasus ini cepat terungkap. Kami yakin polisi bisa mengamankan pelakunya,” harap Samsul.

Insiden ini kembali menyoroti tingginya angka kecelakaan di jalur Tjilik Riwut, terutama pada dini hari yang minim penerangan. Polisi mengimbau para pelangsir dan pengendara agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas di titik-titik gelap dan sepi. (sir/oes/sla)

Pos terkait