Layanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih belum merata. Kurangnya tenaga kesehatan baik bidan, perawat dan dokter menjadi perhatian Pemkab Kotim.
HENY, Sampit | radarsampit.com
Menyambut Hari Kesehatan Nasional ke-59 yang jatuh pada 12 November 2023, Pemkab Kotim menggelar apel upacara lebih dulu, bersamaan dengan upacara peringatan Hari Pahlawan ke-78 tahun pada 10 November 2023 di halaman Kantor Bupati Kotim, Jumat (10/11/2023).
Dalam momentum itu, Wakil Bupati Kotim Irawati menegaskan, kesejahteraan tenaga kesehatan menjadi perhatian Pemkab Kotim. ”Menyambut peringatan HKN tahun ini, kami berharap tidak hanya pelayanan kesehatan terhadap masyarakat yang menjadi perhatian, tetapi juga kesejahteraan para dokter dan perawatnya agar juga diperhatikan. Apalagi Kotim hingga saat ini masih kekurangan tenaga medis dokter spesialis dan sub spesialis. Keluhan dan masukan dari tenaga kesehatan ini akan saya sampaikan ke Bupati agar kesejahteraan nakes terjamin,” kata Irawati.
Irawati juga berterima kasih dan memberikan penghargaan kepada insan kesehatan yang telah bahu-membahu berjuang tanpa mengenal lelah dalam melaksanakan pembangunan kesehatan lndonesia.
”Periuangan masih panjang. Saya berharap semua insan kesehatan terus mengembangkan diri dan organisasi dalam kompetensi dan memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat, serta mendorong terbangunnya gerakan masyarakat hidup bersih dan sehat, di antaranya melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik setiap hari, dan mencuci tangan dengan sabun,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, mendorong masyarakat memeriksakan kesehatannya secata rutin. Baik pemeriksaan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita, imunisasi, pemeriksaan penyakit sesuai siklus hidup.
Pada peringatan HKN tahun ini, Kementerian Kesehatan mengusung tema ”Transformasi kesehatan untuk Indonesia Maju”. Tema itu menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi semua komponen bangsa untuk menyukseskan agenda transformasi kesehatan yang saat ini tengah dilaksanakan.
Kolaborasi diperlukan untuk memperkuat komitmen dan menyatakan pandangan guna mempercepat implementasi transformasi yang ditargetkan rampung di tahun 2024 mendatang.
”Transformasi sistem kesehatan menjadi prioritas Kemenkes dalam dua tahun ini. Kami sangat membutuhkan partisipasi dari seluruh komponen bangsa, baik itu pemerintah, swasta, maupun organisasi untuk membantu melancarkan enam pilar transformasi kesehatan,” katanya.
Enam pilar tersebut, di antaranya transformasi layanan primer, transfomasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan, dan transformasi teknologi kesehatan.
”Enam pilar ini bertujuan mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, produktif, dan berkeadilan, sekaligus sebagai bentuk kesiapan pemerintah menghadapi masalah kesehatan di masa yang akan datang. Untuk mewujudkan transformasi kesehatan tersebut, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh komponen bangsa. Harapannya, dalam waktu sepuluh tahun, sistem kesehatan kita kuat dan tangguh,” katanya. (***/ign)








