Pengunjung Bazar Harati Membeludak

Perputaran Uang Capai Rp 25 Miliar 

BAZAR-UMKM-HARATI
MEMBELUDAK : Ramainya pengunjung yang berdatangan pada malam penutupan Bazar UMKM Harati, Sabtu (25/6). (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, RadarSampit.com – Kegiatan Bazar UMKM Harati resmi ditutup pada Sabtu (25/6) malam. Cuaca hujan yang mengguyur Kota Sampit tak menyurutkan antusias pengunjung yang terus berdatangan memadati Kawasan Stadion 29 Nopember. Perputaran uang pada event yang berlangsung selama 12 hari,  14-25 Juni 2022,  diperkirakan mencapai Rp 25 miliar.

Ketua Panitia Pelaksana Bazar UMKM Harati Rahmadnoor mengatakan, perputaran uang tersebut dihitung berdasarkan banyaknya pengunjung yang datang serta antusias pelaku usaha, wahana permainan yang ikut bergabung serta termasuk perputaran uang dari parkir kendaraan bermotor.

Bacaan Lainnya

Panitia yang mulanya hanya menyediakan 50 stan ditambah menjadi 70 stan. Bahkan, empat hari setelah Bazar UMKM Harati dibuka, masih saja ada pedagang yang ingin ikut bergabung, sehingga  bertambah menjadi 90 stan. Belum termasuk pedagang kaki lima (PKL) yang terus bertambah dari 40 PKL menjadi 70 PKL.

“Sesama pedagang saling komunikasi, penjualan bazar di Sampit katanya ramai. Empat hari setelah bazar dibuka, ada 20 pedagang lagi dari Pangkalan Banteng yang ingin ikut bergabung berjualan. Kami menerima saja, karena pada dasarnya kita ingin kegiatan ini ramai. Bahkan, ada yang membangun tenda sendiri untuk ikut gabung berjualan dan ada juga yang pelaku usaha tertentu yang ikut gabung kami gratiskan,” kata Rahmadnoor, Sabtu (25/6).

Melihat antusias pengunjung dan pedagang, kegiatan yang tadinya hanya dijadwalkan selama 10 hari diperpanjang hingga 12 hari. Selama kegiatan tersebut digelar, dalam sehari pedagang stand rata-rata meraih pendapatan Rp 10 juta – Rp 15 juta dan pendapatan PKL mencapai Rp 5 juta – Rp 6 juta per hari.

Baca Juga :  PLN Nyalakan Semangat Anak Lewat Program YBM Muzaki Mengajar di SDN 1 Guntung Paikat

“Sekalipun penutupan bazar malam ini terkendala hujan dan becek, pengunjung tetap membeludak ramai berdatangan. Kegiatan panggung hiburan dan penyerahan hadiah untuk pemenang akademi dangdut harati tetap terselenggara dengan lancar,” katanya.

Pengunjung Bazar Harati Membeludak,Perputaran Uang Capai Rp 25 Miliar
FINALIS DANGDUT : Ketua Panita Penyelenggara Bazar UMKM Harati (Pojok Kanan) berfoto bersama para juara finalis Akademi Dangdut Harati, Sabtu (25/6). (HENY/RADAR SAMPIT)

Dirinya mengakui dalam Bazar UMKM Harati masih banyak yang perlu dievaluasi. Ada beberapa masukan yang diterimanya mulai dari mahalnya sewa stan dan mahalnya tarif parkir yang dikenakan juru parkir.

“Untuk sewa stan itu sudah kami perhitungkan berdasarkan operasional yang harus panitia keluarkan. Harga mulai Rp 1,5 juta – Rp 6 juta tergantung ukuran stan. Kami menggunakan listrik 53.000 Watt, tenda yang kami sediakan juga sewa dari pihak lain, dan biaya sewa stan yang dipatok sudah termasuk biaya keamanan, kebersihan, dan listrik. Dari hasil sewa stan itu pun dikembalikan lagi untuk kegiatan Akademi Dangdut Harati yang tujuannya untuk meramaikan penjualan dan perekonomian pedagang,” ujarnya.

Sementara itu, terkait tarif parkir kendaraan motor yang dikenakan Rp 3 ribu – Rp 4 ribu dan mobil Rp 5-10 ribu, Rahmad menilai hal yang wajar. Pengenaan tarif tersebut hanya diberlakukan pada momen tertentu seperti kegiatan Bazar UMKM Harati.

“Persiapan Bazar Harati hanya dilakukan selama sepekan, setelah saya mendapatkan izin dari Pak Bupati saya langsung tancap gas untuk mempersiapkan semuanya. Memang untuk pengelolaan parkir tidak dikelola langsung oleh Event Organizer (EO) UMKM Harati karena waktunya yang singkat. Sehingga, pengelolaan parkir dikelola oleh masyarakat setempat,” katanya.

Pantauan Radar Sampit ada banyak juru parkir. Mereka menerapkan batas ‘kekuasaan’ yang dikelola setiap juru parkir secara berkelompok. Pendapatan juru parkir diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

Pos terkait