SAMPIT, RadarSampit.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) akan segera merenovasi lapangan sepak bola Stadion 29 November Sampit. Setelah renovasi, tidak diperkenankan lagi digelar kegiatan di lokasi tersebut selain sepak bola.
Kepala Dispora Kotim Wim RK Benung mengatakan renovasi lapangan sepak bola akan dimulai pada Agustus mendatang. Wim ingin lokasi tersebut kembali kepada fungsinya semula, yakni kegiatan olahraga, khususnya sepak bola.
“Renovasi lapangan sepak bola bulan Agustus ini sudah mulai dilaksanakan dan setelah itu maka stadion khususnya lapangan sepak bola tidak kita perkenankan untuk kegiatan apapun selain sepak bola. Ini berlaku selama-lamanya, karena fungsi stadion adalah fungsi olahraga, bukan fungsi untuk upacara, bukan fungsi untuk kesenian dan lain-lain. Kita kembalikan fungsinya,” tegasnya.
Oleh karena itu, kegiatan di luar olah raga sepak bola tidak lagi diperkenankan diadakan di lapangan tersebut.
“Jadi kegiatan di situ baik itu konser, maupun upacara, dan lain tidak kita perkenankan. Itu khusus untuk olahraga sepak bola,” sebutnya.
Bahkan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Hari Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang juga tidak lagi digelar di lapangan tersebut.
“Jadi untuk upacara, sementara ini untuk 17 Agustus kita alihkan ke kantor bupati,” ucapnya.
Renovasi ini juga dilakukan sehubungan dengan Kotim yang menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2023 mendatang. Biaya renovasi tidak sedikit sehingga pihaknya ingin menjaga agar lapangan tersebut digunakan hanya untuk olahraga sepak bola.
Anggaran yang disiapkan untuk renovasi stadion sebesar Rp 3 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kotim. Pihaknya berharap agar nantinya juga bisa masuk dana sharing dari pemerintah provinsi.
“Dari Rp 3 miliar itu, untuk kegiatannya Rp 2,7 miliar pembenahan khusus stadion,” terangnya.
Pembenahan meliputi pengupasan, pemasangan pondasi, dan rumput lapangan.
“Kita akan siap menjadikan kotim ini sebagai tuan rumah dan pembukaan nanti di stadion,” tuturnya.
Lapangan sepak bola di Stadion 29 November diupayakan agar sesuai dengan standar nasional. Melihat hasil pertemuan dengan Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askab PSSI), standar lapangan sepak bola adalah 108 meter x 68 meter. Sementara untuk rumput lapangan menggunakan rumput alami.
“Saat ini rumputnya pasir, nanti akan kita kupas kemudian akan kita buatkan pondasinya yang betul-betul standar, kemudian akan kita pasang tahun ini juga untuk rumput alami, tidak jadi sintetis,” tandasnya.
Sedangkan untuk lampu yang ada di area lapangan, pihaknya sudah mengusulkan di anggaran perubahan saat Porkab lalu ada beberapa lampu yang memang mati total dan ada yang lampu-lampu yang mati sebagian.
“Lampu, kita sudah usulkan di perubahan. Mudah-mudahan ada dana untuk mempersiapkan lampu itu,” tutupnya. (yn/yit)








