PJUTS Hemat Anggaran Daerah

Sebanyak 425 Unit Tersebar di Kobar, Sukamara, dan Lamandau

pjuts
BANTUAN: Peresmian PJUTS oleh Ditjen EBTKE, DPR RI Komisi VII, di Jalan Lubut, Kelurahan Baru, Pangkalan Bun, Sabtu (25/2).

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) tahun 2022 menyerahkan 425 infrastruktur penerangan jalan umum tenaga surya (PJU-TS). Kegiatan penyerahan secara simbolis dilaksanakan di salah satu Hotel Jalan Jenderal Ahmad Yani km 2 Pangkalan Bun, Sabtu (25/2).

Dari sisi keekonomian, pemanfaatan PJU-TS dapat membantu mengurangi pengeluaran pemerintah daerah dan menghemat listrik. PJU-TS merupakan lampu penerangan jalan yang terintegarasi dengan baterai dan menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi listriknya, sehingga menjadi solusi untuk digunakan di jalan.

Bacaan Lainnya

”PJUTS bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM ini dianggap mampu menghemat anggaran daerah. Karena anggaran yang biasanya digunakan untuk membayar lampu penerangan jalan, sebagian sudah tergantikan PJUTS,” kata Penjabat (Pj) Bupati Kobar Anang Dirjo diwakili asisten Administrasi Umum Setda Kobar, Syahrudin.

Sementara itu, Bupati Lamandau Hendra Lesmana mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas bantuan PJUTS tersebut. ”Kami Lamandau mendapat jatah 90 unit tersebar di beberapa kecamatan. Energi listrik sendiri merupakan aspek pelayanan dasar yang memang harus terpenuhi maka melalui bantuan PJUTS. Kami sangat berterima kasih,” kata Hendra.

Hal tak jauh berbeda juga disampaikan Bupati Sukamara yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Yofi Yudistira.

Sementara itu, tokoh masyarakat yang juga Bupati Kobar Periode 2017-2022 Nurhidayah mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM dan anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin.

”Pak Mukhtarudin ini sangat peka terhadap kepentingan masyarakat. Selain PJUTS, hampir 80 persen rumah ibadah di Kobar dan kabupaten lain, seperti Lamandau dan Sukamara pernah dibantu melalui perjuangannya di pemerintah pusat,” ujar Nurhidayah.

Dia selalu mewakili masyarakat mengapresiasi perjuangan dan bantuan yang selama ini diberikan kepada Kobar, Lamandau, dan Sukamara, serta umumnya di Kalteng.

Sekretaris Ditjen EBTKE Sahid Junaidi mengatakan, pihaknya sangat konsen dalam memenuhi harapan masyarakat melalui bantuan PJUTS, karena manfaatnya sangat nyata. Melalui kerja sama dengan Komisi VII DPR RI, pihaknya berharap semakin banyak lagi bisa menyalurkan ke daerah yang belum ada penerangan.

”Permintaan sangat banyak, maka kami harus membuat skala prioritas, karena keterbatasan anggaran juga,” ujar Junaidi.

PJUTS menggunakan lampu LED hemat energi yang lebih terang dan awet. Selain itu, selama 5 tahun, PJUTS masih menjadi tanggungan pihaknya jika terdapat kerusakan.

”Ini masih bergaransi selama lima tahun, tetapi mari kita jaga bersama-sama agar bisa bermanfaat lebih lama,” katanya.

Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin mengatakan, PJUTS sejalan dengan keinginan pemerintah untuk mengurangi emisi energi fosil menjadi energi konvensional terbarukan. Bahkan, DPR RI saat ini juga sedang membahas RUU energi baru terbarukan yang artinya serius dalam proses transisi.

”Terkait PJUTS ini harapan kami juga kolaborasi tetap terjalin, antara daerah, DPR RI, dan Kementerian ESDM. Sesuai target kami, pada 2024 Kalteng terang. Tidak ada lagi daerah yang belum teraliri listrik,” tegasnya. (sam/ign)

Pos terkait