KAPUAS, radarsampit.com – Bukti konkret terus mendukung pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) lebih baik terus dibuktikan PLN.
Langkah itu melalui PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) dengan berikan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Teknisi Otomotif Kendaraan Ringan kepada masyarakat di Desa Dirung Koram, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas.
Pembukaan dari pelatihan dan sertifikasi dilakukan pada tanggal 11 hingga 12 Agustus 2024 kepada 16 peserta masyarakat Desa Dirung Koram.
Pada tanggal 11 dilakukan pembekalan kepada peserta di Desa Dirung Koram kemudian pada tanggal 12 peserta berangkat dari Desa Dirung Koram menuju Palangka Raya untuk memulai pelatihan dan sertifikasi yang diberikan oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Palangka Raya.
Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP KLB, Dicky Saputra menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah salah satu bentuk kepedulian PLN UIP KLB terhadap masyarakat di Desa Dirung Koram, Kecamatan Kapuas Hulu. Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapatkan tambahan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga sertifikat bertaraf nasional dan tool set mekanik untuk masing-masing peserta.
“Kami berharap pelatihan ini akan memberikan nilai tambah kepada seluruh rekan-rekan peserta, membekali rekan-rekan dengan pengetahuan yang berguna, serta memberikan sertifikasi yang dapat membuka pintu kesempatan kerja yang lebih luas,” kata Dicky, Kamis (22/08/24).

Sementara itu, PLH General Manager PLN UIP KLB Onda Irawan menjelaskan bahwa pelatihan ini adalah wujud dari Program PLN Peduli yang merupakan bentuk komitmen PLN untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial sekitar.
“Bantuan pendidikan ini merupakan perwujudan PLN dalam merealisasikan Sustainable Development Goals (SDG) atau Tujuan Program Berkelanjutan (TPB) khususnya tujuan ke-4 yaitu Pendidikan yang berkualitas. Melalui pendidikan dan pelatihan ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru kepada warga Desa Dirung Koram, meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya bagi yang belum memiliki pendapatan tetap,” jelas Onda.
Pelatihan yang diberikan kepada 16 peserta tersebut diberikan oleh BLK Palangka Raya selama 14 hari kemudian dilakukan penilaian kompetensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk mendapatkan sertifikat.
Dalam acara pembukaan pelaksanaan pelatihan, Kepala Desa Dirung Koram, Asih mengapresiasi inisiatif PLN dalam memberikan diksar kepada warga Desa Dirung Koram.
“Sangat kami apresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan PLN, tentu kami sangat bersyukur bisa mendapatkan program bantuan pendidikan dan pelatihan kompetensi yang berguna kepada warga di Desa Dirung Koram. Kami berharap kegiatan pelatihan ini dapat berlanjut lagi kedepannya. Apabila PLN memiliki rencana untuk menggelar Pelatihan Sertifikasi lagi kami sangat terbuka demi meningkatnya keterampilan masyarakat,” ungkapnya.
Asih juga menjelaskan, Desa Dirung Koram merupakan salah satu Desa yang cukup besar di Kabupaten Gunung Mas, dan dilewati oleh jalan lintas Sei Hanyu – Kuala Kurun sepanjang 42 Km. Saat ini Desa Dirung Koram belum terdapat bengkel sepeda motor.
“Dengan program PLN Peduli yang diterima oleh masyarakat kami, saya rasa ini bisa memberikan kebermanfaatan yang besar terutama masyarakat yang telah dibekali keterampilan dan alat bisa membuka bengkel sepeda motor,” imbuh Asih.
Salah satu peserta, menyampaikan Pemberian pelatihan ini sangat berguna bagi kami untuk meningkatkan keterampilan. Selain itu, adanya sertifikasi merupakan nilai tambah yang sangat berarti bagi kami untuk masuk ke dalam dunia kerja.








