SAMPIT – Sejak dibukanya layanan operasi bibir sumbing gratis Kamis (10/3), puluhan warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan kabupaten lainnya memanfaatkan layanan opersi bibir sumbing gratis yang dilaksanakan di RSUD dr Murjani Sampit. Kegiatan itu dilaksanakan selama tiga hari pada 10-12 Maret 2022.
Kepala Bidang Layanan Medik RSUD dr Murjani Sampit dr Yulia Nofiany mengatakan, sampai pukul 14.00 WIB, Jumat (11/3), ada 49 pendaftar. Mereka berasal dari Kotim, Kotawaringin Barat (Kobar), Seruyan, Lamandau, Sukamara, dan Katingan.
Setelah dilakukan skrining, empat orang batal karena tidak datang dan dua pasien dinyatakan positif Covid-19. Pasien yang layak memenuhi syarat untuk dilakukan tindakan operasi berjumlah 43 orang.
“Sebenarnya pendaftaran dan skrining kesehatan dijadwalkan pukul 07.30 WIB. Tetapi, karena begitu banyak orang yang mendaftar dan sudah melebihi target kuota 30 orang, akhirnya dokter pelaksana memutuskan mengambil tindakan operasi jam tiga sore Kamis. Supaya semua orang yang mendaftarkan diri diharapkan terlayani semua,” kata Yulia Nofiany, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Operasi Bibir Sumbing Gratis.
Hingga kemarin, pasien yang sudah menjalani tindakan operasi berjumlah 10 pasien. Penanganan operasi dilakukan dari sore sampai pukul 12 malam. Pelayanan tersebut merupakan bagian dari serangkaian acara bakti sosial yang diadakan Korem 102/PJG bekerja sama dengan Yayasan Sekar Lintas Nusantara Kabupaten Malang, Jawa Timur. RSUD dr Murjani Sampit hanya memberikan pendampingan dan fasilitasi tempat pelaksanaan operasi.
Tindakan operasi langsung dikerjakan atau ditangani oleh tenaga kesehatan yang bertugas dibawah naungan Yayasan Sekar Lintas Nusantara. Tim tenaga kesehatan telah tiba Kamis (10/3) siang, dengan melibatkan dua dokter spesialis bedah plastik bernama dr Herman Yosef dan dr Yudi Siswanto dan perawat bedah bernama Seksiono.
Tindakan anastesi ditangani dokter anastesi, Rudy Vitraludyono didampingi perawat anastesi bernama Hendra. Tim tenaga kesehatan berikutnya yang menyusul telah tiba di Kotim Jumat (11/3) siang. Tim tenaga kesehatan itu, yakni Ketua Yayasan Sekar Lintas Nusantara Arviansyah dan dokter umum Karina, yang nantinya bertugas melakukan pemeriksaan dan skrining kesehatan.
”Semua layanan kesehatan, tindakan operasi dan alat kesehatan barang habis pakai semua disediakan oleh tenaga kesehatan dari Yayasan Sekar Lintas Nusantara,” katanya.
Untuk menyukseskan layanan gratis tersebut, pihaknya telah membentuk tim pendamping yang melibatkan dokter spesialis bedah, dokter spesialis anak, 19 perawat bedah, dan 5 perawat anastesi.
”Tenaga kesehatan rumah sakit hanya memberikan pendampingan dan fasilitas tempat pelaksanaan, kalau ada konsulan, baru dokter di rumah sakit ikut membantu,” katanya.
Yulia mengatakan, dengan kehadiran lengkap tim tenaga kesehatan dari Yayasan Lintas Sekar Nusantara, pihaknya menargetkan akan memberikan pelayanan maksimal hingga dini hari, kemudian dilanjutkan esok pagi.
Yulia menuturkan, layanan operasi gratis tidak hanya ditujukan untuk pasien yang mengalami bibir sumbing. Namun, juga melayani pasien yang ingin melakukan operasi celah langitan.
Adapun kriteria pasien kasus bibir sumbing, yakni melakukan operasi perbaikan bibir atau labioplasty dengan usia minimal 3 bulan dan berat badan minimal 5 kg. Sedangkan untuk operasi perbaikan langitan atau palatoplasty, calon pasien minimal berusia 10-12 bulan maksimal 5 tahun.
”Kami harapkan masyarakat Kotim dan kabupaten lainnya terutama yang tidak mampu dalam pembiayaan agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Silakan datang mendaftarkan diri ke RSUD dr Murjani Sampit dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga,” ujarnya. (hgn/ign)








