Ratusan Penumpang Jejali Bandara di Kalteng

Ratusan Penumpang Jejali Bandara di Kalteng
KEMBALI NORMAL: Aktivitas penumpang di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya yang kembali ramai setelah masa larangan mudik berakhir, Selasa (18/5).(YUSHO/RADAR SAMPIT)

PANGKALAN BUN – Geliat arus transportasi setelah masa larangan mudik Lebaran berakhir meningkat drastis. Ratusan penumpang terpantau menjejali Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Selasa (18/5). Hal yang sama juga terjadi di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.

Kepala Unit Penyelenggara Bandara Udara Iskandar Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Zuber, mengatakan, jumlah penumpang yang akan berangkat dari Bandara Iskandar diperkirakan sekitar 360 orang. ”Untuk kedatangan diperkirakan seratus penumpang,” ujarnya.

Zuber menuturkan, ada dua maskapai yang melayani penerbangan, yaitu Citilink dan Wings Air dengan enam kali penerbangan. Calon penumpang yang akan berangkat ke luar Kalimantan Tengah masih berlaku syarat perjalanan, yaitu rapid antigen dan penumpang yang datang diwajibkan mengantongi dokumen negatif RT-PCR atau hasil tes usap.

”Tidak ada pembatasan penerbangan untuk Citilink dan Wings Air setelah larangan mudik. Begitu pula operasional bandara,” katanya.

Di Palangka Raya, aktivitas penumpang di Bandara Tjilik Riwut kembali normal. Bandara terbesar di Kalteng itu tampak ramai dipadati calon penumpang pesawat.

Sejumlah maskapai, seperti Lion Air dan Batik Air yang sebelumnya menghentikan sementara aktivitas penerbangan, kembali beroperasi normal. Begitu juga dengan Garuda Indonesia yang sebelumnya mengurangi jumlah penerbangan.

Kendati semua maskapai kembali melayani penerbangan seperti biasa, ketentuan yang mewajibkan penumpang melakukan pemeriksaan kesehatan tetap menjadi poin penting yang diberlakukan.

Eksekutif General Manager (EGM) Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut Siswanto mengatakan, penumpang wajib memiliki hasil negatif dari pemeriksaan PCR sebagai salah satu syarat penerbangan. Dia berharap penerapan protokol kesehatan  tetap dilaksanakan sesuai aturan.

”Sekarang tidak ada lagi penerbangan untuk ketentuan khusus, seperti perjalanan dinas, orang sakit, dan lain sebagainya. Semua penerbangan bisa melayani penumpang, selama membawa dokumen yang disyaratkan,” tegasnya.

Jalur Laut Stabil

Sementara itu, Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) Kumai Firman Dandi mengatakan, pelayanan penumpang di jalur transportasi laut akan mulai beroperasi pada 20 Mei. Jumlah penumpang diprediksi stabil alias tak akan melonjak meski pelayanan penumpang umum sempat terhenti selama masa larangan mudik Lebaran.

”Tanggal 17 ke atas belum ada pelayaran. Baru ada pada 20 dan 21 Mei 2021. Namun, karena syarat perjalanan ketat, kami prediksi tidak ada lonjakan penumpang,” ujarnya.

Dia juga tidak bisa memprediksi calon penumpang yang akan datang melalui Pelabuhan Panglima Utar, Kobar. Pasalnya, dalam SOP pembelian tiket penumpang dari Semarang dan Surabaya ke Pelabuhan Kumai hanya bisa dilayani Kantor Cabang PT DLU, bukan di agen penjualan tiket.

Saat membeli tiket, calon penumpang wajib menunjukkan hasil PCR negatif yang berlaku 3×24 jam. Selanjutnya diverifikasi untuk bisa mengeluarkan tiket bagi penumpang.

”Saat ini kantor cabang kami masih menunggu SOP turunan dari SE Gubernur Kalteng Nomor 443.1/61. Dengan SOP itu, maka kami belum bisa prediksi jumlah penumpang,” ujarnya. (tyo/sla/sho/ign)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *