Rp 200 Juta untuk Huma Betang Kalang

Pemkab kotim siapkan dana Rp 200 juta untuk penataan Huma Betang

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan menyiapkan dana Rp 200 juta untuk penataan Huma Betang yang terletak di Desa Tumbang Gagu, Kecamatan Antang Kalang. Pemeliharaan itu dilakukan untuk terus menjaga dan melestarikan bangunan rumah adat dayak Ngaju yang dinamakan Huma Betang.

“Saya sudah berbincang dengan camat dan kades, tahun depan kita (Pemkab Kotim) bantu Rp 200 juta dulu untuk perbaiki selasar, halamannya ditata betul-betul supaya Huma Betang di Tumbang Gagu menjadi destinasi wisata budaya bersejarah,” kata Halikinnor saat menghadiri peringatan Hari Pahlawan Rabu (10/11) lalu.

Dirinya ingin melibatkan konsultan dan  memberdayakan masyarakat setempat untuk mengerjakannya. Dia minta SOPD terkait mencari konsultan dan tetap memberdayakan masyarakat setempat.

”Mana yang rusak diperbaiki, apabila dananya kurang, nanti dihitung dan ditotal berapapun kebutuhannya sepanjang untuk perbaikan dan untuk pelestarian budaya Huma Betang itu akan kami siapkan,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sampit, Huma Betang Kalang telah dibangun selama tujuh tahun sejak tahun 1870 dan baru ditempati pada tahun 1878. Bangunan tersebut didirikan oleh masyarakat suku Dayak yang dahulunya ditempati oleh enam kepala keluarga yang hingga saat ini masih dihuni dan tetap terjaga keasliannya tanpa mengalami perubahan.

Bangunan Huma Betang Kalang ini merupakan rumah panggung berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang bangunan 58,7 meter, lebar 26,40 meter dan tinggi 15,68 meter dari permukaan tanah. Terdapat tiang pondasi sebanyak 256 tiang yang terbuat dari konstruksi kayu yang dinamakan tiang jihi dan tungket dengan ukuran yang bervariasi. Pada bagian depan rumah dan belakang rumah terdapat 20 anak tangga atau dalam bahasa dayak disebut hejan untuk naik keatas menuju betang. Tangga ini terbuat dari kayu ulin berukuran 7,10 m dengan diameter kurang lebih 35 cm.

Baca Juga :  Bupati Katingan Larang Kerumunan saat Natal

Hal itulah yang membuat Pemkab Kotim memutuskan pelaksanaan upacara peringatan Hari Pahlawan yang jatuh 10 November lalu dilaksanakan di halaman Huma Betang. Dirinya mengajak seluruh camat dan SOPD Se-Kotim untuk melaksanakan upacara peringatan Hari Pahlawan ditempat yang tak biasa.

Untuk menuju Desa Tumbang Gagu, butuh waktu 8-10 jam dengan jarak tempuh 272 kilometer. Perlu perjuangan untuk sampai ke Desa Tumbang Gagu. Melewati jalan laterit, licin, dan rusak, dengan kontur tanah yang naik turun seperti bukit dan dibeberapa titik melewati jurang nestapa yang membuat perjalanan kian berat dan berisiko merenggut nyawa, terlebih ketika terjadi hujan.

“Huma Betang menjadi kebanggaan destinasi wisata budaya di Kotim yang bersejarah. Masih berdiri dan tidak ada perubahan sampai sekarang. Sejak saya menjadi pegawai negeri sipil sampai jadi sekda dan baru jadi Bupati saya menginjakkan kaki untuk pertama kalinya ke Desa Tumbang Gagu,” tandasnya. (hgn)

 

Pos terkait