SADIS!!! Habisi Kakak Ipar Saat Tidur

Tutupi Perbuatan, Tersangka Sebar Kabar Bunuh Diri

Bunuh Kakak Ipar Saat Tidur
REKONSTRUKSI: Agustinus Nabuasa saat memperagakan adegan pembunuhan kakak iparnya di Halaman Mapolres Lamandau, Kamis (3/2). (RIA MEKAR/RADAR SAMPIT)

NANGA BULIK – Pengaruh minuman keras diduga menjadi salah satu penyebab Agustinus Nabuasa kehilangan akal sehatnya. Hingga akhirnya ia tega membunuh kakak iparnya yang tinggal serumah dengannya.

Bahkan untuk menghilangkan jejak, tersangka membuang korban ke dalam rawa menggunakan angkong dan sempat membuat alibi dengan menebar cerita bahwa korban bunuh diri.

Tahapan pembunuhan yang dilakukan oleh karyawan PT.Pilar Wanapersada di barak karyawan Desa Bakonsu, Kecamatan Lamandau ini jelas tergambar dalam rekonstruksi adegan pembunuhan yang digelar di halaman Mapolres Lamandau, Kamis (3/2).

Sebanyak 17 adegan diperankan oleh tersangka dengan disaksikan oleh penyidik, para saksi dan pihak Kejaksaan Negeri Lamandau. “Rekonstruksi ini dilakukan untuk memperjelas jalannya peristiwa pembunuhan yang dilakukan tersangka kepada korban,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lamandau, Iptu Wayan Wiratmaja.

Adegan pertama dimulai dengan tersangka sedang memakan sirih (kinang) di depan barak dengan teman-temannya. Lalu sekitar pukul 19.00 WIB tersangka lanjut minum arak di rumah temannya dan kemudian pulang.

Sekitar pukul 20.00 WIB, istri tersangka mengajak makan bersama. Namun korban, Yeremias Nabuasa, tampak tidak senang dan menggerutu memaki istri tersangka yang merupakan adiknya dengan kata-kata tidak sopan.

Hal ini diduga membuat tersangka sakit hati, karena istrinya dimaki oleh kakak iparnya. Adegan selanjutnya, tersangka cekcok dengan istrinya karena masalah sepele. Namun korban kemudian ikut campur dengan percekcokan rumah tangga tersebut. Korban kembali menggerutu dan mengatai adiknya (istri tersangka) dengan kata-kata kasar.

Hal ini membuat tersangka makin panas hati, lalu mengambil pisau di atas lemari kamar dan ingin menusuk korban karena ikut campur urusan rumah tangganya.

Namun tersangka kemudian mengurungkan niatnya, lalu pergi ke belakang rumah mengurusi ayam di kandang sambil merokok untuk menghilangkan emosi. Tersangka baru kembali masuk ke dalam rumah setelah lampu genset dimatikan pihak perusahaan sekitar pukul 00.00 WIB.

Namun setelah masuk dan melihat wajah kakak iparnya, tersangka masih merasa jengkel, sehingga ia keluar lagi sambil memakan sirih sekitar 1 jam. Diduga kemarahannya semakin memuncak, hingga ia masuk lagi dan mengambil pisau yang sebelumnya ia letakkan di dinding dekat kamar. Selanjutnya tersangka pelan-pelan mendekati korban dan jongkok di sebelah kiri badan korban yang sedang tertidur.

Selanjutnya tersangka dengan segera menusuk dada korban dengan tangan kanannya. Korban sempat bangun dan berusaha duduk, lalu dengan segera tersangka membalikkan tubuh korban dan menancapkan kembali pisau ke sebelah kiri leher korban. Lalu pisau ditarik mundur ke arah kanan leher. Setelah dipastikan korban meninggal baru ia meletakkan pisau ke lantai.

Tersangka selanjutnya membuka pintu dan menggendong mayat korban keluar rumah. Mayat itu dia letakkan di dekat selokan samping barak. Selanjutnya dia mengambil angkong dari kebun sawit dan dibawa mendekati Korban

Mayat korban kemudian dinaikkan ke atas angkong, lalu didorong hingga beberapa ratus meter ke arah danau. Sesampainya di danau, ia kembali menggendong mayat dan berjalan sekitar delapan meter melewati tanaman eceng gondok dan melempar korban ke dalam danau.

Tersangka kemudian membersihkan angkong dari bekas darah dan selanjutnya pulang ke rumah lewat pintu belakang. Namun saat melihat ruangan di depan TV terdapat banyak darah, tersangka langsung ketakutan dan masuk ke dalam kamar, bersandar di dekat lemari sambil menahan rasa takut hingga tertidur.

Pos terkait