SAMPIT, Radarsampit.com – Seorang santri putri di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dilaporkan hilang setelah diduga meninggalkan pondok pesantren tempatnya menimba ilmu. Hingga kini, keberadaannya masih belum diketahui dan pihak keluarga telah melaporkan kejadian tersebut ke Polisi.
Remaja bernama Isna Hayati (16) itu diketahui merupakan santri di Pondok Pesantren Al Ashlinatul Amin, Kecamatan Baamang, Sampit. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Isna diduga keluar dari lingkungan pesantren pada Senin malam, 15 Juni 2026, sekitar pukul 23.30 WIB.
Sejak saat itu, Isna tidak kembali ke pondok maupun memberikan kabar kepada keluarga. Kondisi tersebut membuat keluarga khawatir dan memutuskan untuk melapor ke pihak berwajib agar proses pencarian dapat segera dilakukan.
Kapolsek Baamang, Iptu Helmi Hamdani, membenarkan adanya laporan orang hilang yang masuk ke pihak kepolisian. Menurutnya, petugas saat ini masih melakukan penelusuran dan mengumpulkan berbagai informasi yang dapat membantu menemukan keberadaan remaja tersebut.
“Laporan sudah kami terima dan anggota masih melakukan pencarian,” ujarnya.
Polisi juga mengajak masyarakat untuk turut membantu proses pencarian. Warga yang mengetahui informasi terkait keberadaan Isna Hayati diharapkan segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi pihak keluarga di nomor 0821-5578-3657.
Pihak kepolisian berharap informasi sekecil apa pun dapat membantu mempercepat upaya pencarian santri yang hingga kini masih belum ditemukan tersebut.








