Sejarah Baru, Upacara HUT RI Serentak di IKN, Jakarta, dan Dasar Laut

Suasana IKN
Suasana kemeriahan upacara HUT Kemerdekaan RI di lapangan upacara Istana Negara Ibu Kota Nusantara, Penajam Utara, Kaltim,Sabtu (17/8/2024). (Fedrik tarigan/jawapos)

JAKARTA, radarsampit.com – Ingar-bingar upacara 17 Agustus kini harus dibagi di dua kota. Yakni Jakarta dan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang kini menjadi Ibu Kota Nusantara (IKN). Ada beberapa penyesuaian yang dilakukan agar upacara berjalan lancar. Bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi), upacara di IKN kemarin menjadi yang pertama sekaligus terakhir di era kepemimpinannya.

Pantauan Jawa Pos, tamu-tamu mulai berdatangan di Istana Merdeka pukul 06.30. Mereka mengenakan berbagai pakaian adat. Kali ini, Sang Saka Merah Putih sudah berkibar sejak pagi. Tak ada upacara militer di halaman Istana Merdeka.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, keriuhan halaman Istana Negara di IKN sudah tampak sejak dini hari. Kendaraan feeder hilir mudik mengantar tamu yang juga mengenakan berbagai macam pakaian adat.

Seluruh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) ada di IKN. Di halaman kedua istana, pasukan TNI-Polri berbaris rapi. Seluruh rangkaian upacara dikomandoi dari IKN oleh Presiden Joko Widodo.

Tampak juga Menteri Pertahanan yang juga presiden terpilih Prabowo Subianto. Sedangkan di Jakarta, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menjadi tuan rumah. Dia didampingi wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka. Di Jakarta memang tidak ada upacara bendera, tapi seluruh kegiatan hiburan ada di ibu kota lama.

Saat penurunan bendera, kegiatan dilakukan di dua daerah. Peserta di Jakarta hanya menyaksikan lewat dua layar besar yang dipasang di halaman Istana Merdeka. Upacara penurunan bendera di Jakarta yang biasanya dimulai sekitar pukul 16.00 kemarin diadakan pukul 15.00. Ini agar upacara di IKN selesai sebelum langit gelap. Sebab, IKN memiliki selisih waktu satu jam dari Jakarta.

’’Baru saja terjadi sejarah. Upacaranya di dua tempat. Ini menunjukkan bahwa pemerintah berkomitmen membangun wilayah baru yang kita harapkan nantinya menjadi penggerak Indonesia maju,’’ kata Ma’ruf seusai upacara.

Dia merasa terkesan dengan upacara tersebut. Sebab, ini kali terakhirnya sebagai wakil presiden. ’’Bagi saya ini upacara wada’. Ini upacara pamitan untuk yang terakhir kali,’’ imbuhnya.

Sementara itu, di IKN, Jokowi baru memberikan keterangan setelah penurunan bendera. Dia terlihat penuh senyum. ’’Ya, semuanya alhamdulillah, dimulai dari tadi malam (Jumat malam, Red) renungan suci. Kemudian tadi (kemarin, Red) pagi dan siang, dan penurunan bendera sore hari,’’ katanya.

Jokowi mengaku cukup puas karena semua berjalan lancar. Cuaca di IKN saat upacara bendera cukup terik. Apalagi, upacara berlangsung pukul 11.00 Wita. ’’Pas kita istirahat, hujan. Sehingga suasana sejuk,’’ tutur Jokowi.

Pada upacara kali ini, tidak terlihat mantan presiden yang hadir. Di Jakarta, hanya mantan Wapres seperti Boediono dan Tri Sutrisno. Menanggapi hal itu, Jokowi terlihat santai. ’’Ya karena beliau-beliau (mantan presiden) juga ada kegiatan yang sangat penting di tempat berbeda. Saya kira kita harus menghargai,’’ katanya.

Prabowo yang turut mendampingi Jokowi memastikan upacara tahun depan tetap diselenggarakan di IKN. ’’Insya Allah akan di sini lagi,’’ tegas Prabowo. Untuk teknisnya, Prabowo meminta agar masyarakat menunggu.

Kibarkan Bendera dari Dasar Laut

Selama upacara di IKN dan Istana Negara, Jakarta, Kepala Staf TNI-AL Laksamana TNI Muhammad Ali memerintahkan kekuatan tempurnya untuk tetap siaga di berbagai perairan Indonesia.

Terutama untuk mengawal penyelenggaraan detik-detik proklamasi kemerdekaan yang dipimpin Jokowi di IKN. Sejumlah KRI disiagakan di perairan sekitar IKN yang dipimpin langsung Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksda TNI Ariantyo Condrowibowo.

Pos terkait