Untuk pertama kalinya Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menjejakkan kaki di Kota Sampit. Kedatangannya langsung menyedot perhatian sebagian besar masyarakat Kotim.
============= | radarsampit.com
Kabar kedatangan Presiden Joko Widodo ke Sampit jadi perbincangan hangat masyarakat Kotim. Sebelum kedatangannya saja, masyarakat sudah sangat antusias. Itu terlihat dari postingan warga Kotim di berbagai media sosial. Mereka menuliskan ’Selamat Datang Presiden RI ke Bumi Habaring Hurung’.
Di hari kedatangannya, Rabu (26/6/2024), masyarakat bahkan rela menunggu di sepanjang jalan yang dilalui Jokowi. Para pelajar yang sekolahnya berada di Jalan A Yani Sampit, siap dengan bendera merah di tangan. Presiden sempat menyapa dan membagikan kaos pada masyarakat yang telah menantikan kedatangannya di pinggir jalan.
Sementara itu, di depan Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit yang biasanya penuh dengan parkiran kendaraan roda dua, di hari kedatangan Jokowi tidak terlihat sama sekali.
Kawasan di depan pasar PPM tampak rapi dan bersih. Lokasi itu telah dikondisikan sejak sore. Sehari menjelang kedatangan Jokowi. Petugas mengatur agar tidak ada kendaraan yang parkir di area tersebut.
Meski dengan penjagaan ketat, petugas tetap mengizinkan masyarakat yang ingin berbelanja di PPM. Toko-toko di pasar tersebut juga buka seperti biasanya.
Di sejumlah sudut, penembak jitu tampak siaga. Tak hanya di area luar, tetapi juga di bagian dalam pasar.
Sejumlah warga dari pelosok hadir ke Kota Sampit hanya ingin berjabat tangan dan melihat secara langsung orang nomor satu. Namun, hal itu tidak bisa dilakukan karena ketatnya pengamanan dari Pasukan Pengaman Presiden.
”Saya sudah ada di PPM dari pukul 06.00 WIB tadi pagi. Maksudnya biar bisa berfoto atau paling tidak berjabat tangan dengan presiden. Ternyata tidak bisa tembus,” kata Vina, ibu rumah tangga dari Kecamatan Cempaga Hulu.
Jokowi tiba di PPM Sampit sekitar pukul 09.55 WIB. Kedatangannya langsung disambut riuh suara masyarakat yang meneriakkan namanya. Paspampres beserta petugas pengamanan lainnya hampir dibuat kewalahan dengan antusiasme warga Kotim yang ingin bersalaman, bahkan berfoto langsung dengan Jokowi. Beberapa kali petugas harus berteriak lantang mengingatkan warga agar tidak saling dorong.
Pada momen tersebut, Jokowi menyapa dan berinteraksi langsung dengan masyarakat yang memadati pasar. Tidak hanya meminta foto, ada pula warga yang meminta tanda tangan.
Abdul Wahab, warga setempat yang berhasil mendapatkan tanda tangan Presiden mengatakan, pertemuannya dengan Jokowi merupakan mimpi yang menjadi kenyataan.
”Sungguh memuaskan. Tadi malam terus terang saya mimpi (ketemu) dengan Pak Jokowi. Dikasih uang Rp100 ribu. Alhamdulillah, kesampaian salaman dengan Pak Jokowi,” tuturnya.
Warga lainnya, Bayu, bersyukur bisa berfoto dengan Jokowi. Momen tersebut terasa lebih spesial, karena ia memiliki tanggal lahir yang sama dengan Presiden.
”Berkah ulang tahun, kan ulang tahun kami sama. Rasanya bahagia sekali. Gak menyangka bisa selfie dengan Pak Presiden,” katanya.
Di PPM Presiden, Jokowi meninjau pasar basah dan pasar kering. Dia sempat berinteraksi dengan pedagang, salah satunya Dewi Purnama Sari. ”Bangga sekali bisa dikunjungi, bisa bersalaman dengan Pak Jokowi. Saya senang sekali. Tidak menyangka,” kata Jokowi.
Hal yang sama juga dirasakan Murniawati, yang sehari-hari bertugas sebagai petugas kebersihan pasar. Dia tidak menduga bisa melihat langsung Presiden RI. Bahkan, mendapatkan kaos dari Jokowi.
”Senang sekali bisa bersalaman, tidak menduga bisa ketemu, panas dingin badan saya. Alhamdulillah tadi juga dapat kaos, cuman sembako saya tidak dapat,” tuturnya.








