Radarsampit.com – Film horor Pirunduk menghadirkan kisah mistis yang berakar dari legenda masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan. Menggabungkan unsur ilmu hitam, konflik rumah tangga, dan budaya lokal, film ini membawa cerita rakyat daerah ke layar lebar dengan latar kehidupan pedesaan era 1980-an.
Dikutip dari Lembaga Sensor Film (LSF), Pirunduk mulai tayang di bioskop Indonesia pada 22 Oktober 2026. Film berdurasi 96 menit tersebut mengusung genre drama dan horor, dengan cerita dendam serta konsekuensi dari pilihan menggunakan kekuatan mistis.
Sinopsis Film Horor Pirunduk
Cerita berpusat pada Siti, perempuan yang terpaksa menikah dengan Badarudin demi membantu melunasi utang ayahnya. Alih-alih mendapatkan kehidupan rumah tangga yang bahagia, Siti justru menghadapi perlakuan kasar dari suaminya.
Ia kerap menerima hinaan dan kekerasan karena belum mampu memberikan keturunan. Penderitaan Siti semakin bertambah ketika Badarudin memutuskan menikahi Ratih, seorang janda, sebagai istri kedua.
Merasa diperlakukan tidak adil, Siti mulai memikirkan cara untuk membalas perbuatan suaminya. Ia kemudian menemui Mak Ijah untuk mempelajari ilmu hitam yang dikenal dengan sebutan Pirunduk.
Dalam kepercayaan mistis masyarakat Banjar, Pirunduk merujuk pada ajian yang dipercaya dapat memikat sekaligus menundukkan seseorang. Siti menjadikan ilmu tersebut sebagai jalan untuk melampiaskan dendam kepada Badarudin. Namun, keputusannya membawa cerita menuju teror yang berkaitan dengan kekuasaan, harga diri, dan akibat dari pilihan yang diambil.
Angkat Budaya Lokal Banjar
Disutradarai Billy Christian, film ini menampilkan suasana pedesaan Kalimantan Selatan pada era 1980-an. Rumah panggung di tepian sungai serta penggunaan bahasa Banjar menjadi elemen penting untuk memperkuat atmosfer lokal.
Produser Budi Ismanto sebelumnya menyebut film ini menawarkan warna berbeda dibandingkan horor yang lebih sering mengangkat latar Jawa dan Sunda. Melalui Pirunduk, legenda lokal diperkenalkan kepada penonton yang lebih luas, khususnya generasi muda.
Tak hanya menyajikan teror supernatural, film ini juga mengangkat persoalan kekerasan rumah tangga, dendam, dan keinginan mengendalikan orang lain.








