Ternyata Ini Motif Pemuda Tapin Habisi Warga Kapuas saat Silaturahmi Lebaran ke Rumah Pacar

pembunuhan warga kapuas
PENGAKUAN: Kapolres Tapin AKBP Jimmy Kurniawan menanyai pelaku dalam konferensi pers. (Foto Rasidi Fadli/Radar Banjarmasin )

Radarsampit.com – Motif kasus pembunuhan warga Kapuas, Kalteng yang mengguncang Desa Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Kalimantan Selatan pada Selasa (1/4/2025) atau sehari setelah Lebaran akhirnya diungkap aparat kepolisian.

Pelaku, Muhammad Irfan (23), nekat menghabisi nyawa Dian (25) karena cemburu buta melihat korban berpacaran dengan tetangganya yang sudah lama ia idam-idamkan menjadi pasangannya.

Bacaan Lainnya

Hal ini diungkap Kapolres Tapin AKBP Jimmy Kurniawan didampingi jajaran perwira saat konferensi pers, Jumat (4/4/2025). Dalam kesempatan tersebut, pelaku dihadirkan bersama barang bukti.

“Jadi tersangka ini merupakan tetangga saksi dan pelaku ini sudah lama menyukai saksi,” ungkap AKBP Jimmy Kurniawan.

Berdasarkan pengakuan tersangka, pembunuhan sudah direncanakan sebelumnya. Irfan mengetahui kedatangan korban dan sengaja membawa senjata tajam ke lokasi kejadian.

Seorang pria bernama Dian (25), warga Dusun Pasar, Kecamatan Tamban, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah tewas mengenaskan dengan sejumlah luka tusuk ditubuhnya.

Ia dihabisi oleh Muhammad Irfan (23) di kawasan Nes 15 Desa Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin.

Kapolres Tapin, AKBP Jimmy Kurniawan melalui Kasi Penmas Humas Ipda Yudhis mengatakan pelaku ditangkap sekitar pukul 19.40 Wita di Desa Rumintin atau di rumah pamannya.

“Jadi tidak sampai 24 jam diburu, atau sekitar 6 jam 10 menit, pelaku berhasil ditangkap,” ucapnya, Rabu (2/4/2025) dini hari.

Saat diinterogasi, pelaku membenarkan telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dengan penganiayaan. “Sekarang pelaku dan barang bukti sudah berada di Polres Tapin untuk proses lebih lanjut,” akunya.

Peristiwa pembunuhan terjadi sehari setelah Lebaran, tepatnya Selasa (1/4/2025) sekitar pukul 09.00 Wita di rumah pacar korban di Nes 15 Desa Tatakan.

“Jadi, saat itu korban datang ke rumah pacarnya untuk bersilaturahmi hari raya Idul Fitri,” katanya.

Kemudian sekitar pukul 11.00 Wita, pelaku datang ke rumah pacar korban membawakan buah pisang untuk dibuatkan kolak. “Setelah kolaknya matang, pelaku datang dan memakan kolak tersebut di warung depan rumah pacar korban,” ucapnya.

Namun, tepat pukul 13.42 Wita melalui pesan WhatsApp, pelaku mengirim pesan kepada pacar korban yang berbunyi “Aku biar haja terpisah Ikam, asal membunuh Inya” kalau diartikan “aku biar saja terpisah dengan kamu, asal membunuh dia (korban)”.

“Mendapati pesan tersebut, saksi yang merupakan pacar korban memperlihatkan dan memberitahukan ke korban,” tuturnya.

Mengetahui hal tersebut, korban coba menghubungi kakak iparnya yang berada di Kandangan untuk datang ke Desa Tatakan. “Namun, sekitar pukul 14.15 Wita, pelaku kembali datang ke rumah saksi. Berusaha dibujuk oleh saksi, untuk tidak berkelahi,” jelasnya.

Tetapi, pelaku beralasan hanya ingin berbicara dengan korban. “Korban keluar rumah untuk menemui pelaku, namun nahas korban langsung ditusuk oleh pelaku beberapa kali,” katanya.

Usai melakukan aksi penusukan tersebut, pelaku langsung melarikan diri. Sedangkan korban langsung terkapar dan di bawa ke RSUD Datu Sanggul.

“Korban meninggal dunia dengan beberapa mata luka, yakni di bagian hidung, dua di bagian punggung belakang, luka di bagian bawah ketiak, dan luka di bagian tulang rusuk,” ucapnya. (rb/sla/jpg)

 

Pos terkait