Tragis! Korban Tewas Akibat Keracunan di Desa Sebabi Bertambah, Penyebab Masih Bikin Bingung

bunuh diri dengan racun
Ilustrasi

SAMPIT, radarsampit.com – Insiden keracunan yang menimpa lima korban satu keluarga asal Desa Sebabi, Kecamatan Telawang masih diusut pihak kepolisian.

Dari kelima korban, dua diantaranya bernama Shazia Nur Mutia Siregar berumur 13 bulan yang sempat ditangani di IGD RSUD dr Murjani Sampit pukul 19.30 WIB Minggu (7/12) lalu, dikabarkan meninggal di IGD pada pukul 04.05 WIB Senin (8/12).

Bacaan Lainnya

Tiga hari setelahnya, Nenek Shazia yang bernama Fatmawati (44) juga dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (11/12) pukul 19.40 WIB di Ruang Rawat Inap Cempaka.

Sementara, Ajudinur (46) yang juga dilarikan ke IGD tidak dirawat inap dan sudah diperbolehkan pulang pada Senin (8/12) dan Habibah (17) korban keracunan dalam keadaan hamil dan inpartu telah menjalani perawatan pada Minggu (7/12) dan dikabarkan telah melahirkan pukul 05.25 pada Rabu (10/12) di Ruang Verlos Kamer (Bersalin) Gedung KIA RSUD dr Murjani Sampit.

“Kondisi pasien yang dirawat dalam keadaan hamil sudah melahirkan Rabu lalu. Kondisi ibu dan bayinya sehat dan boleh pulang 11 Desember 2025. Sedangkan, pasien lain bernama Nur Azmya Aira (6) yang juga korban keracunan masih dalam perawatan intensif di Ruang ICU dengan kondisi masih dalam observasi ketat,” kata dr Anggun Iman Hernawan Sp Okupasi, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit, Sabtu (13/12).

Terkait dugaan lain yang menyebut bahwa korban keracunan akibat uap merkuri (air raksa) yang biasa digunakan dalam kegiatan pengolahan emas juga masih diselidiki pihak kepolisian.

Baca Juga :  Sejumlah Anggota TNI dan Warga Tewas Terkena Ledakan saat Pemusnahan Amunisi Kedaluwarsa

“Informasi yang beredar bahwa korban memakan roti dan es teler, tetapi keluarga itu saja yang keracunan. Itu yang membingungkan, karena hasil laboratorium hanya ada sedikit kandungan bakteri tetapi tidak sampai menjadi pemicu keracunan,” kata Deddy Jauhari Camat Telawang.

Dedy menyebut ada informasi dari warga sekitar bahwa keluarga tersebut bekerja sebagai pendulang dan pengumpul emas.

“Infonya korban yang keracunan itu bekerja mendulang emas, proses itu dilakukan di rumah menurut tetangganya. Ini masih dugaan belum ada bukti kuat, pihak keluarga juga tertutup sehingga informasi yang beredar masih dugaan saja,” tandasnya. (hgn)

Pos terkait