Volume Sampah di Sampit Meningkat Jelang Natal dan Tahun Baru

depo sampah
MELUBER:  Sampah di depo mini Jalan Tidar yang meluber hingga mendekati pagar depo, Jumat (22/12/2023). (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com  Angkutan yang tak maksimal ditambah volume sampah yang meningkat menjelang perayaan Natal 25 Desember 2023, mengakibatkan sampah di beberapa depo meluber. Salah satunya depo mini di Jalan Tidar, Sampit.

Sampah terlihat meluber memenuhi areal depo hingga mendekati pagar depo. Sampah di depo ini terus bertambah dan tidak banyak berkurang selama beberapa pekan terakhir. Padahal, kabarnya sampah tersebut rutin diangkut, namun tidak maksimal, sehingga terus menumpuk.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim Machmoer melalui Yayat Hidayat, Kepala Seksi Penanganan Sampah DLH Kotim, mengatakan, pihaknya sudah sering menegur petugas angkut sampah agar mengangkut sampah di tiap depo minimal dua kali angkut atau dua rit menggunakan dump truk. Namun, petugas angkut sampah beralasan angkutan sampah yang kedua tidak penuh, sehingga sampah tidak maksimal terangkut.

”Sampah di semua depo diangkut setiap hari, kecuali Jumat. Setiap depo minimal angkut dua rit per hari. Kadang petugas angkut sampah, saat angkutan kedua alasannya gak penuh, jadi ditinggal dan dilanjutkan besok,” kata Yayat, Sabtu (23/12/2023).

”Padahal ini sudah sering saya tegur. Kalau angkutan kedua sudah penuh, setidaknya sampah yang berserakan dikumpulkan masuk ke dalam areal depo, jangan sampai berserakan sampai ke pagar. Ini akan kami perbaiki sistemnya,” tambahnya.

DLH Kotim telah memiliki petugas kebersihan masing-masing satu orang yang tugasnya membersihkan sampah di depo. Instansi itu telah membangun dan menyediakan empat depo besar di Jalan Pelita, Tartar, dan belakang Swalayan Bintang. Ketiga depo besar ini berlokasi di wilayah Kecamatan MB Ketapang dan satu depo besar lainnya di Jalan Cristopel Mihing, Kecamatan Baamang.

DLH Kotim juga menyediakan lagi tiga depo mini di Kecamatan Baamang di Jalan Tidar, Sampurna, dan Antang, serta satu TPS 3R di Jalan Kopi Selatan yang termasuk wilayah Kecamatan MB Ketapang. Total ada 4 depo besar, 3 depo mini, dan satu TPS 3R  yang disediakan Pemkab Kotim.

Selain itu, ada pula TPS di tiga titik di Jalan Usman Harun, di dalam areal Pelabuhan Sampit, Jalan Muchran Ali, dekat Depot Pertamina dan dekat Kantor Kelurahan Baamang Hulu. ”Total kami memiliki 77 petugas angkut sampah di luar petugas kebersihan di depo. Sekarang kami memiliki 7 regu pengangkut sampah yang khusus mengakut sampah di depo-depo,” katanya.

Setiap regu terdiri dari 7 petugas angkut dan 1 sopir. Khusus, di Depo Pelita dan Depo Jalan Cristopel Mihing, masing-masing depo hanya ditugaskan 4  petugas angkut. ”Khusus Depo Pelita dan Cristopel Mihing, karena dibantu alat berat loader, jadi jumlah petugas angkut kami kurangi menjadi 4 petugas saja setiap depo. Khusus dua depo ini kami sediakan tiga armada dump truk yang mengangkut sampah rutin secara bergiliran,” kata Yayat.

Selain petugas angkut sampah yang melayani di depo, DLH Kotim juga memperkerjakan dua petugas angkut sampah ditambah satu sopir untuk pengangkut sampah amrol yang berlokasi di Pasar Ikan Mentaya dan RSUD dr Murjani Sampit dekat Ruang Jenazah.

Ada pula tiga petugas angkut sampah yang menggunakan tosa kendaraan roda tiga yang tugasnya mengangkut sampah di areal perkantoran di jalur Jalan Ahmad Yani, Jalan MT Haryono-HM Arsyad sampai km 10 dan Jalan Jenderal Sudirman KM 5 keatas.

”Jadi, total petugas angkut sampah di DLH Kotim ada 77 orang. Dengan jumlah armada yang dimiliki DLH Kotim khusus untuk pengangkutan sampah ada sebanyak 11 dump truk dan 2 amrol dan tambahan 1 loader. Mudah-mudahan tahun depan, ada pengadaan satu loader lagi sehingga, pengangkutan sampah disetiap depo bisa dikerjakan lebih maksimal,” katanya. (hgn/ign)

Pos terkait