Wabup Irawati Kunjungi Lahan Konservasi Gambut Milik SMA Muhamadiyah Sampit

joni
Joni menunjukkan perkembangan tanaman di lahan konservasi kepada Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati, Minggu (23/11/2025).

SAMPIT – Upaya membangun lahan konservasi gambut dengan tanaman kehutanan dan buah-buahan lokal dilakukan oleh SMA Muhamadiyah Sampit. Program yang diinisiasi Dr Joni SH MH ini dilaksanakan di lahan yang berada di Jalan HM Arsyad Kilometer 5, Sampit.

Sejumlah pohon yang ditanam sejak tahun 2022 lalu sudah mulai membesar. Ada pohon halaban, merabung, gaharu, durian, ulin, meranti putih, dan lainnya.

Bacaan Lainnya

Joni selaku guru pelajaran muatan lokal SMA Muhamadiyah Sampit juga menunjukkan perkembangan tanaman di lahan konservasi kepada Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati.

Joni mengatakan, lahan konservasi selalu dirawat dengan melakukan pembersihan ilalang dan melakukan pruning pada tanaman yang terlalu banyak cabangnya. ”Tingkat keberhasilan tanaman di lahan ini sangat tinggi,” kata Joni, yang juga Notaris di Kota Sampit.

Joni menjelaskan, SMA Muhamadiyah Sampit menggaet perusahaan pemegang lisensi kehutanan di Kaltim, PT. Gunung Gajah Abadi Samarinda, untuk membangun lahan konservasi gambut dengan tanaman kehutanan dan buah-buahan lokal.  Bibit tanaman kehutanan didatangkan dari lahan HPH PT. GGA di Desa Miau Baru, Kecamatan Kombeng, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.

Menurutnya, konservasi lahan gambut pada dasarnya adalah mengelola tata air agar lahan tidak kering. Secara alamiah, gambut mampu mempertahankan stok karbon karena kondisi terendam dan anaerob. Pemanfaatan lahan gambut seringkali membuang air di gambut agar dapat ditanami. Dampaknya, daerah dengan lahan gambut seperti Riau dan Kalimantan Barat selalu dihantui kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau tiba. Jika ditilik dari gambut yang terbentuk dari material organik, analogi lahan gambut yang kering seperti kayu bakar yang rentan terhadap api.

Menurut Joni, pelaksanaan konservasi lahan gambut itu tidak mudah. Perlu kerja keras untuk merestorasi lahan gambut yang terdegradasi agar tidak semakin rusak dan memperparah perubahan iklim. Praktik konsersevasi lahan gambut di lapangan dapat dilakukan dengan menjaga hutan tetap alami atau pertanian yang berkelanjutan.

Banyak program yang digagas Joni bersama SMA Muhammadiyah Sampit. Selain membuat lahan konservasi, dia juga melakukan riset berupa stek daun pada tanaman jambu dan hasilnya memuaskan.

Irawati terkesan dengan kegigihan Joni membangun lahan konservasi. Apalagi lahan tersebut ditanami beragam pohon langka seperti gaharu dan ulin.

”Saat ini banyak lahan tidur yang tidak dimanfaatkan oleh pemiliknya. Alangkah baiknya pemilik lahan menanaminya dengan pohon-pohon yang bermanfaat. Selain bernilai ekonomi, ini juga berdampak positif bagi lingkungan,” ucap Irawati saat mengunjungi lahan konservasi.  (yit)

 

Pos terkait