Aiptu Fransisca Dhamayanti, Polwan Lamandau Masuk Nominasi Hoegeng Awards

polwan lamandau
PEDULI ANAK-ANAK: Aiptu Fransisca Dhamayanti saat bercengkrama dengan anak anak sekolah.  

NANGA BULIK, radarsampit.com – Salah satu anggota Polres Lamandau, Aiptu Fransisca Dhamayanti, masuk dalam nominasi penghargaan Hoegeng Awards.

Aiptu Fransisca masuk dalam kategori polisi pelindung perempuan dan anak. Selama ini dia sering datang ke sekolah-sekolah untuk sosialisasi dan melakukan pendampingan kepada perempuan dan anak.

Bacaan Lainnya

Hoegeng Awards adalah ajang penghargaan untuk seluruh anggota Polri di Indonesia berdasarkan usulan dari masyarakat yang diselenggarakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia kepada sosok polisi yang inovatif, berdedikasi, berintegritas, pelindung perempuan dan anak serta polisi tapal batas dan pedalaman.

Kapolres Lamandau AKBP Bronto Budiyono saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa saat ini ia sedang berada di Jakarta untuk menghadiri malam penganugrahan penghargaan Hoegeng awards tersebut bersama Aiptu Fransisca Dhamayanti yang masuk dalam salah satu kandidat penerima penghargaan.

“Yang bersangkutan sangat ramah dan sangat peduli terhadap perempuan serta anak, rajin datang ke sekolah-sekolah untuk sosialisasi dan melakukan pendampingan pada perempuan dan anak, disertai inovasi sehingga mudah dipahami  dan disenangi peserta yang ikut ” tuturnya.

Baca Juga :  Pasar Dipenuhi Pengunjung, Jalanan Kota Pangkalan Bun Padat Merayap

Dia berharap pada malam penganugrahan Hoegeng Awards yang akan dilaksanakan pada Jumat (12/7) nanti Polwan dari polres Lamandau ini bisa meraih penghargaan tersebut.

Saat dikonfirmasi, Aiptu Fransisca mengatakan bahwa awalnya dia membuat program perpustakaan keliling dengan menggunakan kendaraan binmas yang diubah bentuk seperti perpustakaan mini.

Banyak anak-anak di pedalaman yang tidak pernah melihat buku-buku bagus karena keterbatasan.

“Kebanyakan buku adalah cerita-cerita untuk anak-anak PAUD/TK dengan swadaya sendiri dan juga sumbangan dari anggota. Saya berpikir bagaimana supaya bisa terus dilaksanakan, jadi kita keliling  ke TK dan SD. Terkadang kita juga membacakan cerita untuk anak-anak yang belum bisa membaca,” tutur Sisca.

Karena kasus pencabulan dan pelecehan seksual terhadap anak juga cukup tinggi, dalam setiap kesempatan ia juga menyisipkan seks education kepada anak-anak, yakni tentang bagaimana anak-anak harus menjaga tubuh mereka.



Pos terkait