Alat Berat Dikerahkan ke Lingkar Selatan, Garap Permintaan Perusahaan Soal Ini

pengerukan drainase lingkar selatan sampit
NORMALISASI: Alat berat melakukan normalisasi drainase di jalan lingkar selatan Kota Sampit, Kamis (4/8). (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, RadarSampit.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur merespons permintaan perusahaan terkait penanganan jalan lingkar selatan Kota Sampit. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Kotim melakukan perataan jalan dan pembenahan drainase dengan menurunkan alat berat dan dua pegawai teknisnya.

”Petugas kami sudah mulai bekerja melakukan normalisasi saluran drainase di jalur lingkar selatan. Kami harapkan kegiatan normalisasi ini dapat segera selesai sebelum material agregat kelas B didatangkan pihak perusahaan,” kata Plt Kepala Dinas PUPRKP Kotim Kaspulzen Heriyanto, Kamis  (4/8).

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi Jalan Dinas PUPRKP Kotim Rony Ilmiawan melalui Pengawas Teknis Pemeliharaan Jalan Dinas PUPR Kotim Suhardiyono mengatakan, normalisasi drainase di ruas jalur lingkar selatan akan dilakukan di sepanjang 1.600 meter pada sisi kanan dan kiri.

”Saya targetkan penanganan normalisasi saluran drainase bisa selesai kurang lebih seminggu. Dari pagi sampai siang sudah ada sekitar 500 meter saluran yang sudah dinormalisasi (dilakukan pengerukan gulma dan rerumputan, Red). Kalau sampai sore saya perkirakan bisa menyelesaikan 700 meter di satu sisi saja,” kata Suhardiyono.

Dia melanjutkan, sisi kanan dan kiri dilakukan normalisasi. Untuk mencegah genangan air hujan tidak ke tengah jalan, rencananya akan dipasang pipa berdiameter 50 cm dengan harapan agar mengurangi kubangan dan genangan air pada dataran yang cekung agar air tidak lari ke jalan.

Pantauan Radar Sampit, saluran drainase yang dinormalisasi selebar dua meter dengan kedalaman sekitar 1,5 meter. Banyak tumpukan rumput yang menutupi di sepanjang saluran.

”Sambil menunggu kiriman sumbangan agregat dari pihak perusahaan, kami selesaikan penanganan saluran drainase. Semoga saja sebelum material datang, pekerjaan normalisasi saluran drainase sudah selesai dikerjakan, sehingga bisa lanjut mengerjakan penimbunan dan perataan ruas jalan jalur lingkar selatan,” katanya.

Suhardiyono berharap sebelum 21 Agustus mendatang, pekerjaan perbaikan penimbunaan dan perataan ruas jalur lingkar selatan dapat dilewati dengan aman dan lancar. ”Semoga saja material cepat didatangkan, sehingga bisa lekas dikerjakan proses penimbunan dan perataan jalan. Saya berharap dalam dua minggu kedepan, sebelum kegiatan Pawai Pembangunan, jalur lingkar selatan sudah bisa dilewati pengendara dengan aman dan lancar, sehingga mengurangi penumpukan antrean lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman pada saat kegiatan pawai berlangsung,” ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 54 perusahaan disebut sepakat menyumbang dana dalam bentuk material agregat kelas B untuk penanganan lingkar selatan. Kesepakatan itu disampaikan dalam rapat forum perkebunan daerah setelah Bupati Kotim mengancam bakal menutup jalur lingkar selatan.

Dari hasil survei pegawai teknis di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman Kotim (Kotim), tercatat sepanjang 1.825 meter kerusakan parah yang harus segera diperbaiki di ruas jalur lingkar selatan.

Puluhan perusahaan diminta menyumbang masing-masing sebesar Rp 50 juta untuk menimbun jalan. Sehingga, apabila dana tersebut terkumpul ada sebesar Rp 2,7 miliar yang digunakan untuk membeli material agregat kelas B. Jika dana yang disumbangkan masing-masing perusahaan sebesar Rp 50 juta, maka ada 100 rit material yang terkumpul. Artinya, apabila semua perusahaan menyumbang dana maka ada 5.400 rit.

Perusahaan hanya didesak menyumbang material. Selebihnya, Pemkab Kotim yang akan melakukan pekerjaan penimbunan dan perataan ruas jalur lingkar selatan. (hgn/ign)

Pos terkait