SAMPIT, radarsampit.com – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memegang peranan yang besar terhadap penggerak roda perekonomian di Indonesia.
Namun, berbagai kendala dihadapi pelaku UMKM mulai dari sistem pemasaran produk, kualitas produk, kemasan produk yang masih sederhana hingga kurangnya modal usaha.
Berbagai kendala itu dibantu oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk yang dikenal masyarakat sebagai Alfamart. Sebagai pengelola usaha ritel, Alfamart berinisiatif untuk membantu para pelaku UMKM dengan menjalankan program kemitraan.
Dengan kemampuan yang dimiliki, Alfamart membantu memberikan pelatihan manajemen ritel dan pemasaran produk UMKM Alfamart dengan mengundang 50 pelaku UMKM wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur bertempat di Aula Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kotim, Kamis (25/1/2024) pagi.
“Kegiatan ini kami selenggarakan guna mengembangkan wawasan pengelolaan bisnis
manajemen dengan pendekatan ritel modern dan kami sangat terbuka bagi produk-produk lokal
untuk bisa di pasarkan di Toko Alfamart,” kata Ardea Frandico Deputi Branch Manager Alfamart Wilayah Kalselteng.
Ardea berharap melalui kegiatan pelatihan ini dapat memberikan kontribusi nyata untuk mendukung pemerintah pusat dalam memberdayakan pelaku UMKM agar produk UMKM bisa naik kelas baik ditingkat daerah hingga tingkat nasional.
“Alfamart berupaya agar kehadirannya dapat memberikan kontribusi terhadap komunitas UMKM dan kerjasama ini juga terlaksana sebagai wujud dukungan kami terhadap program pemerintah daerah dalam mengembangkan UMKM di Kotim,” tegasnya.
Program kemitraan yang baru pertama kali terjalin antara Alfamart dan Pemkab Kotim merupakan bentuk Corporate Social Responsibility (CSR).
“Kami berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut, mari kita bersama merangkul dan membina pelaku UMKM agar dapat terus berkembang eksis, mandiri dan berdaya saing ditengah ritel modern yang terus berkembang,” katanya.
Untuk diketahui, saat ini Toko Alfamart sudah tersedia 400 outlet yang tersebar di wilayah Kalselteng dan 40 outlet diantaranya tersebar di Kabupaten Kotawaringin Timur.
“Alfamart sudah masuk (beroperasi) di Kalteng tahun 2016 dan untuk Kotim tahun 2017. Dengan jumlah toko yang tersebar luas ini, pelaku UMKM bisa menjual produknya secara gratis di Alfamart dengan syarat harus melengkapi standar yang kami tetapkan dan akan kami lakukan akurasi,” ujarnya.
Pelaku UMKM nantinya diminta menjawab beberapa pertanyaan meliputi harga jual produk, pendaftaran barcode, kemasan dan komposisi, masa expired, sistem payment, bahan baku dan label halal.
“Standarisasi produk ini penting dilengkapi untuk menjaga keamanan mutu produk dan kepercayaan konsumen. Apabila pelaku UMKM konsisten memasok produknya di Toko Alfamart bukan tidak mungkin usahanya akan terus berkembang dan kami siap bantu pasarkan hingga ke toko cabang ditingkat nasional,” ujarnya.
Peluang dan kesempatan untuk mengembangkan produk UMKM itu dapat terwujud apabila dilakukan dengan konsisten.
“Suksesnya pelaku usaha dalam memasarkan dan mengembangkan produk bukan hanya dilihat dari kualitas produknya, tetapi antusias dan semangatnya pelaku UMKM,” ujarnya
“Biarpun produknya bagus tetapi kurang semangat maka sulit berkembang. Tetapi, apabila pelaku usahanya punya semangat dan inovatif dalam mengembangkan produknya, maka lebih mudah kami membinanya dan usahanya berpotensi lebih cepat berkembang maju,” tambahnya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kotim Zulhaidir merespons baik niat baik Alfamart menjalin kerjasama dengan Pemkab Kotim untuk membina pelaku UMKM di Kotim.








Komentar ditutup.