Api dari Rumah Ustaz Nyaris Bakar Musala

petugas Damkar saat berupaya memadamkan api
Sejumlah petugas Damkar saat berupaya memadamkan api di rumah seorang ustaz yang berdekatan dengan Musala Nurul Amin di Jalan Mahir Mahar Kilometer 9, Palangkaraya, Sabtu (6/5) malam.(ist)

PALANGKA RAYA, RadarSampit.com-Insiden kebakaran lagi-lagi terjadi di wilayah Kota Palangka Raya.Kali ini di Jalan Mahir Mahar Kilometer 9, dan menimpa rumah milik  seorang ustaz bernama M Nurdin, Sabtu (6/5) malam.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun  belum diketahui penyebab pasti amukan si jago merah hingga menghanguskan kediaman rumah guru agama tersebut. Selain itu, kebakaran itu nyaris mengenai bangunan Musala Nurul Amin, yang berada di depan rumah korban yang berukuran 6×16 meter, terbuat dari kayu.

Bacaan Lainnya

Upaya keras petugas pemadam swasta, serta petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, membuat api tidak merembet ke bangunan lain.

Terkait musibah tersebut, Kanit II SPKT Polresta Palangka Raya Aiptu Feb Supriyanto menerangkan,  peristiwa kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan mengenai penyebab utamanya. Diduga api lantaran korsleting listrik, tetapi belum pasti penyebab utamanya.

Baca Juga :  Akibat Banjir Saat Hujan, DPRD Palangkaraya Minta Kaji Ulang Sistem Drainase

“Masih lidik dan korban yang sering disapa Ustaz M Nurdin awalnya mendapatkan informasi dari para saksi lain,  jika telah terjadi kebakaran sebuah bangunan miliknya tersebut,” ujarnya.

Supriyanto melanjutnya, cepatnya pergerakan petugas pemadam berhasil memadamkan api sehingga tidak merembet ke bangunan lain. “Yang terbakar bangunan yang berukuran 6×16 sudah habis “dimakan si jago merah” hampir saja menjalar ke Musala Nurul Amin, yang letaknya berdekatan,” cetusnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya Gloriana Aden juga menyatakan,  bangunan yang terbakar tersebut milik ustaz Muhammad Nurdin.

“Sementara penyebab kebakaran belum diketahui, karena tim masih melakukan penyelidikan, sedangkan kerugian diperkirakan sekitar Rp 100 juta,” sebutnya.

Gloriana menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.  Untuk mengatasi kebakaan tersebut, tim Damkar mengerahkan 4 unit alat pemadaman.“Semoga kejadian tidak terulang lagi dan berharap masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan sebagai antisipasi kebakaran,”tandasnya. (daq/gus)



Pos terkait