Nyanyi Tak Jelas sambil Minta Uang, Pengamen Jalanan di Sampit Bikin Resah Pengendara

pengamen jalanan

SAMPIT, radarsampit.com – Traffic light di perempatan Jalan Jenderal Ahmad Yani – Yos Sudarso, Sampit, menjadi tempat favorit para pengamen dan gelandangan meminta-minta uang kepada pengendara. Jumlah mereka terus bertambah.

Sejumlah anak-anak hingga remaja terus mendekati pengendara mobil dan motor yang kebetulan berhenti menunggu lampu hijau. Bermodalkan gitar ukelele, anak-anak ini mendekati pengendara, memetik senar gitar tak jelas, bahkan lagu yang dinyanyikan juga. Mereka hanya berharap pengendara memberi mereka uang sambil menyodorkan tangan tanda meminta.

Bacaan Lainnya

Sani pengendara yang kerap melintas melewati Jalan Ahmad Yani merasa resah dan terganggu dengan keberadaan pengamen. Tindakan pengamen tidak hanya meresahkan tetapi juga menganggu dan membahayakan arus lalu lintas.

“Risih saja melihatnya. Ngamen apa yang dinyanyikan juga tidak jelas asal ngejreng gitar saja. Kalau sampai ada orang yang ngasih uang ke mereka itu aneh saja. Sama saja ngajarin mereka ini minta-minta uang. Orang tuanya ini apa tidak malu, apa sengaja memperkerjakan anaknya minta-minta dijalanan,” ujar Sani.

Adapula pengendara yang tidak tega dan tetap memberi sedikit uang untuk pengamen. “Dikasih saja ya paling Rp 2.000 supaya mereka itu berhenti ngamen. Kita nunggu detik-detik lampu merah berubah hijau, malah mendengar suara mereka yang berisik tak jelas. Kalau yang dinyanyikan enak didengar ya senang aja, ini nyanyinya juga enggak jelas, ngamen asal ngamen enggak ada sama sekalinya nunjukkan skillnya,” ujar Andri.

Pantauan Radar Sampit, diduga para pengamen dan gelandangan anak-anak hingga seorang ibu yang membawa balita ini kerap nongkrong di bangunan KNPI dan teras bangunan Pasar Rakyat Mentaya. Diduga mereka pengamen yang sudah terorganisir. Pasalnya, pengamen dan gelandangan ini merupakan orang-orang yang sama yang kerap kali diamankan petugas Satpol PP Kotim.

Baca Juga :  Gerak-gerik Penghuni Kos Ini Mencurigakan, Ternyata Pengedar Sabu

Sebelumnya, memasuki 2 Ramadan 1444 Hijriah Jumat (24/3) lalu, belasan pengamen berpencar disekitar traffic light Jalan Jenderal Ahmad Yani – Yos Sudarso. Aksi meminta belas kasih itu ramai dilakukan pada sore hari mulai jam 3 sore. Pasalnya, keberadaan Pasar Ramadan di Jalan S Parman yang ramai dikunjungi para pembeli dijadikan kesempatan para pengamen untuk meminta-minta.

Apesnya aksi mengamen dengan bantuan gitar yang dimainkan asal-asalan dengan nyanyian yang terdengar tak jelas itu, berhasil diamankan jajaran anggota Satpol PP Kotim. Sekitar 15 personel Satpol PP yang bertugas mengamankan pengamen cukup kewalahan mengejar pengamen yang berusaha kabur.

“Pengamen ini sudah meresahkan masyarakat dan menganggu arus lalu lintas yang setiap sore berkeliaran disekitar traffic light sekitar bangunan KNPI. Saat mau diamankan sempat kejar-kejaran dulu. Kita khawatir saja mereka berusaha berlari menghindari Satpol PP,  kalau sampai terjadi hal yang tidak diinginkan kecelakaan atau hal buruk lainnya,” kata Sugeng Riyanto Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kotim, Sabtu (25/3).

Dari penertiban yang dilakukan Satpol PP dan jajaran pegawai Dinsos Kotim, Satpol PP Kotim berhasil mengamankan 13 pengamen yang terdiri dari seorang ibu 3 orang, balita 2 orang, pengamen usia anak-anak 6 orang dan remaja 2 orang.

Dari perawakannya, semua pengamen yang diamankan termasuk dua badut terlihat sehat dan tak memiliki cacat fisik. Bahkan, ada pengamen senior yang bernama Mesah seorang ibu yang sengaja membawa anak-anaknya untuk menjalankan misi mencari belas kasih demi memenuhi kebutuhan hidup.

“Dua badut ini pengamen baru, ada juga seorang ibu bernama Mesah, pengamen senior yang memang sudah menjadikan aktivitas meminta-minta dijalan sebagai suatu pekerjaan,” ujarnya.

Pos terkait