SAMPIT, radarsampit.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Ahli Tenaga Laboratorium Medik Indonesia (Patelki) menggelar seminar ilmiah dengan tema “ATLM bersinergi menyehatkan negeri melalui update program percepatan eliminasi TBC (Tuberkulosis) tahun 2030,” di ruang Dynasty Aquarius Boutique Hotel Sampit, Sabtu (20/5).
Seminar yang dihadiri 60 peserta secara luring dan secara daring (zoom meeting) sebanyak 201 peserta dari para Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) yang bertugas tersebar di Provinsi Kalimantan Tengah.
Kegiatan seminar dihadiri sekaligus dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Umar Kaderi.
”Saya ucapkan selamat kepada DPW Patelki Kalteng yang sudah menyelenggarakan seminar ini di Kota Sampit, kami berharap dengan diadakannya seminar dapat semakin menambah kompetensi para ATLM yang bertugas di laboratorium,” kata Umar Kaderi.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Seminar Rinny Ardina mengatakan DPW Patelki Kalteng mengusung tema dalam seminar terkait situasi terkini program eliminasi TBC di daerah dan kendala-kendala yang dihadapi, mengenalkan profil pemeriksaan TBC di laboratorium rumah sakit dan memberikan materi tentang alur pemberian Satuan Kredit Profesi (SKP) bagi ATLM yang terlibat langsung dalam program pengendalian TBC.
“Per 12 April 2023 DPP Patelki memberikan penghargaan berupa SKP kepada seluruh ATLM yang terlibat dalam pelayanan program TBC. SKP itu diberikan setiap setahun sekali dengan jumlah poin SKP disesuaikan dengan jenis kegiatan yang terakumulatif selama setahun,” kata Rinny.
Sekedar diketahui, SKP menjadi salah satu syarat dalam perpanjangan Surat Tanda Registrasi (STR). Setiap ATLM atau anggota Patelki harus mengumpulkan minimal 25 SKP dalam kurun waktu 5 tahun. SKP tersebut dapat diperoleh salah satunya dengan mengikuti seminar seperti yang diselenggarakan DPW Patelki Kalteng.
“Setiap peserta yang mengikuti seminar mendapatkan 2 poin SKP dan sertifikat seminar dan satu poin SKP lainnya bisa didapat dari kegiatan bakti sosial (baksos) yang diadakan di Pantai Ujung Pandaran pada besok pagi (Minggu),” kata Rinny.
Dalam kegiatan seminar, ada tiga pemateri dari Wakil Ketua II DPP Patelki yang menyampaikan tentang alur pemberian SKP pada ATLM yang terlibat dalam pelaksanaan program TBC. Pemateri kedua tentang situasi terkini dalam program penanggulangan tuberculosis disampaikan oleh dr Efraim Kendek Biring Sp Paru yang bertugas di RSUD dr Murjani Sampit. Dan, materi ketiga tentang profil pemeriksaan TBC di laboratorium rumah sakit yang disampaikan oleh Arif Supriyanta selaku Ketua DPC Patelki Kotim.
Dalam seminar, Wakil Ketua Umum II DPP Patelki Sigit Mariyanto mengungkap fakta masalah kesehatan global dan nasional salah satunya penyakit TBC pada tahun 2022 mencapai 969 kasus dan hanya 74 persen dari estimasi kasus TBC yang ternotifikasi melalui sistem informasi TBC nasional.
Sesuai Perpres Nomor 67 tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis menyebutkan bahwa keterlibatan dan kontribusi aktif dari organisasi profesi diperlukan untuk mengoptimalkan upaya tersebut.
“Strategi penanggulangan TBC dengan melibatkan seluruh pemangku kebijakan dan fasyankes (fasilitas layanan kesehatan) baik pemerintah maupun swasta dalam program penanggulangan TBC. Karena itu, DPP Patelki siap mendukung program eliminasi TBC ditahun 2030. DPP Patelki juga memberikan reward untuk ATLM yang berkontribusi langsung dalam pelayanan program TBC dengan melakukan pemeriksaan TBC dan melaporkannya melalui SITB,” kata Sigit Mariyanto.








