SAMPIT, RadarSampit.com – Perayaan milad Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Sampit ke-36 yang jatuh pada Sabtu, 26 Februari 2022 lalu, nampak sedikit berbeda. Pasalnya, acara syukuran tidak hanya dilakukan civitas akademik saja melainkan melibatkan alumni yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Besar Alumni STKIP Muhammadiyah Sampit (IKABA).
Sejumlah tamu undangan seperti Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sampit Muldofar, Ketua STKIP Muhammdiyah Sampit Mahmuddin, Direktur Akademi Kebidanan (Akbid) Muhammadiyah Sampit Hardianti Aprina, para dosen dan Alumni IKABA turut hadir dalam acara syukuran Milad STKIP yang ke-36.
Ketua STKIP Muhammadiyah Sampit Mahmuddin mengatakan, perayaan Milad STKIP yang ke-36 tahun itu menjadi tahun yang matang untuk mewujudkan pendirian Universitas Muhammadiyah Sampit. Pihaknya saat ini sedang mempersiapkan berkas permohonan dan kelengkapan.
”Kami sudah mulai mempersiapkan segala berkas, rencana penambahan prodi, penambahan dosen dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Rencananya, Maret ini kami akan mengusulkan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan pengajuan usualan rekomendasi dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XI Kalimantan untuk pengajuan pendirian universitas,” kata Mahmuddin.

STKIP Muhammdiyah Sampit memiliki empat program studi, di antaranya Pendidikan Bahasa Inggris, Bimbingan Konseling, Matematika, dan Pendidikan Ekonomi. Dosen yang aktif mengajar ada 32 orang.
”Tahun ini kami akan mempersiapkan dua prodi baru jurusan Bisnis Digital dan Teknologi Informatika. Kami masih mencari dosen lulus Strata-2 Magister Ekonomi dan Magister Komunikasi,” katanya.
Lebih lanjut Mahmuddin mengatakan, rencananya STKIP Muhammadiyah Sampit dan Akbid Muhammadiyah Sampit akan bergabung membentuk pendirian Universitas Muhammadiyah Sampit.
”Dalam waktu dekat diusulkan, diterima atau tidak, paling tidak Juni sudah final. Apabila sudah layak dan disetujui, akan dilanjutkan tahap survei visitasi. Karena itu, kami memerlukan dukungan dari semua pihak untuk menyatukan langkah menuju universitas,” katanya seraya menambahkan STKIP Muhammadiyah memiliki lahan seluas 2 hektare yang rencananya untuk pendirian universitas.
Ketua PD Muhammadiyah Sampit Muldofar mengatakan, upaya untuk menyatukan langkah menuju Universitas Muhammadiyah Sampit tak hanya memerlukan dukungan semua pihak, namun diperlukan ikhtiar, usaha, dan kerja keras.

”Kita terus berpacu dengan waktu. Ayo kita bersama-sama meminta dukungan semua pihak, berusaha maksimal, sehingga STKIP dan Akbid bisa bersatu mewujudkan universitas dan diterima dikalangan masyarakat dan yang terpenting tidak ada istilah alumni yang pengangguran,” kata Muldofar.
Ketua Alumni IKABA mengatakan, tahun ini IKABA terlibat langsung dalam perayaan Milad ke-36 STKIP Muhammadiyah Sampit, sekaligus mendukung pendirian Universitas Muhammadiyah Sampit.
”IKABA akan berupaya bersinergi dan mendukung program-program yang dilaksanakan oleh STKIP Muhammadiyah Sampit,” kata Sugeng Haryono, Alumni STKIP Muhammadiyah Sampit angkatan tahun 2011. (hgn/soc)








