SAMPIT, RadarSampit.com – Pengembangan rumah ibadah menjadi perhatian Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor. Tahun ini, Pemkab Kotim telah menganggarkan pengadaan bantuan untuk kepentingan rumah ibadah di seluruh lintas agama, termasuk bantuan penunjang untuk kemudahan dalam proses pemakaman.
”Selama ini pemerintah daerah sanggup mengeluarkan dana miliaran rupiah untuk memperbaiki infrastruktur dan jalan. Saya juga ingin pengembangan rumah ibadah menjadi perhatian. Tahun ini rencananya ada pengadaan di semua agama. Kalau dananya kurang, akan dianggarkan lagi tahun depan secara bertahap,” katanya saat menghadiri kegiatan syukuran dan ibadah paskah pengurus PGPI Kotim di Gedung Serba Guna, Kamis (30/6).
Halikinnor juga merencanakan bantuan alat penunjang untuk memudahkan proses pemakaman, seperti tenda, alat alkon, dan ambulans.
”Saya mau semua agama mendapatkan bantuan, karena kita lahir saja dibantu orang. Meninggal juga perlu dibantu orang. Ketika proses pemakaman, kita butuh tenda, sound system, dan mesin alkon untuk menyedot air tanah apabila musim hujan,” ujarnya.
Halikinnor mengatakan, program bantuan rumah ibadah setiap tahun selalu diadakan. Tahun lalu, Pemkab Kotim memberikan bantuan dana pengembangan rumah ibadah sebesar Rp 60 juta untuk Masjid Nurul Al Falah, Musala Al Ikhlas sebesar Rp 50 juta, dan Musala Nurul Iman sebesar Rp 150 juta di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
”Bantuan dana itu diserahkan secara langsung supaya masyarakat juga bisa ikut mengawasi panitia pembangunan agar penggunaan dana itu maksimal guna pengembangan rumah ibadah. Saya ingin dalam urusan penyerahan dana pengembangan rumah ibadah itu cepat disalurkan tanpa syarat yang menyulitkan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Halikinnor juga mengajak seluruh umat Kristiani untuk terus meningkatkan rasa kasih sayang dan kepedulian kepada sesama. Terutama kepada umat yang kurang beruntung dengan berbagi kebaikan dan kebersamaan.
”Sebagai insan beragama, saya mengajak seluruh umat, khususnya Kristiani yang hadir mengikuti acara syukuran kali ini, untuk terus meningkatkan rasa kasih sayang. Saling tolong menolong dalam kebaikan. Saya juga mengucapkan selamat menjalankan ibadah Paskah PGPI Kotim,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara Syukuran dan Ibadah Paskah PGPI Kotim Admadi Sastra mengatakan, PGPI Kotim memiliki 6.000 jemaat dengan total 58 gereja se-Kotim. Puncak kegiatan Paskah dilaksanakan pada 26 Mei 2022. Panitia dan Pengurus PGPI Kotim menyepakati pada 30 Juni 2022 untuk melaksanakan syukuran dan ibadah Paskah PGPI Kotim.
”Ada 300-an jemaat yang diundang. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh hadirin yang bersedia meluangkan waktunya hadir dalam acara syukuran sore hari ini,” kata Admadi Sasra yang juga aktif menjabat sebagai Camat Tualan Hulu ini.
Dia juga mengucapkan selamat Hari Raya Iduladha 1443 Hijriah bagi umat muslim yang akan berkurban beberapa minggu ke depan. Tepatnya pada 9 Juli 2022. ”Semoga ibadah kurban yang dilaksanakan nantinya dapat membersihkan dosa dan harta serta dapat memberikan kebaikan bagi sesama umat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Kotim menyampaikan usulan kepada Bupati Kotim terkait belum adanya kantor sekretariat PGPI. ”PGPI Kotim sampai saat ini belum memiliki sekretariat yang menetap dan sementara ini masih di GBT Alfa Omega. Besar harapan ke depannya pemerintah daerah dapat memberikan tempat yang layak dan memadai untuk kantor sekretariat,” katanya.
Selain itu, PGPI Kotim saat ini masih berupaya membenahi tempat pemakaman di Km 6 Jalan Jenderal Sudirman dengan melakukan penimbunan untuk mengatasi banjir. ”PGPI Kotim berharap bantuan hibah untuk gereja dan rumah ibadah lainnya dari pemda dapat dipermudah tanpa banyak persyaratan,” katanya.








