PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Peristiwa perkelahian antar sopir travel menghebohkan warga di Jalan Bendahara, kawasan Pelabuhan Panglima Utar, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa malam.
Kericuhan tersebut melibatkan sejumlah sopir taksi travel dan diduga dipicu oleh candaan yang dinilai berlebihan. Seorang sopir travel asal Kalimantan Barat disebut melontarkan candaan kepada rombongan sopir travel Kumai yang tengah duduk santai di sekitar pelabuhan.
Candaan tersebut rupanya menyinggung perasaan salah satu sopir Kumai hingga berujung adu mulut dan baku pukul. Rekan-rekan sopir dan warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu sempat panik dan berupaya melerai agar perkelahian tidak meluas.
Salah seorang warga Kecamatan Kumai, Nahwi, yang berada di lokasi kejadian menuturkan, sebelum perkelahian terjadi, beberapa sopir travel Kumai sedang duduk-duduk sambil berbincang.
“Awalnya beberapa sopir taksi asal Kumai duduk-duduk sambil minum jamu. Kemudian datang sopir dari Flores dan bercanda dengan cara menarik tangan salah satu sopir Kumai,” ungkap Nahwi.
Merasa tidak nyaman dengan candaan tersebut, sopir Kumai sempat menanyakan keseriusan maksud lawan bicaranya. “Sopir Kumai sempat bertanya, ‘kam serius kah?’ dan dijawab serius. Dari situlah emosi memuncak,” jelasnya.
Tak lama kemudian, kedua sopir terlibat perkelahian fisik sebelum akhirnya dipisahkan oleh rekan-rekan mereka. Untuk menghindari keributan berlanjut, kedua pihak kemudian dibawa ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kotawaringin Barat.
Namun, lanjut Nahwi, kedua pihak memilih menyelesaikan masalah secara damai. “Tadi malam yang berkelahi dibawa ke Polres, tapi mereka tidak mau membuat laporan karena dianggap hanya salah paham. Akhirnya dibuat pernyataan damai,” pungkasnya. (tyo)








