Di Kalteng Tarif Bus Naik Hingga 20 Persen

Imbas Kenaikan Harga BBM

tarif bus naik
TARIF BUS NAIK: Tarif bus ikut naik dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Tampak sejumlah penumpang hendak naik bus Yessoe. (Rinduwan/Radar Pangkalan Bun)

PANGKALAN BUN, RadarSampit.com – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) langsung direspon oleh perusahaan otobus di Kota Pangkalan Bun. Mereka menaikkan tarif hingga 20 persen. Seperti yang dilakukan Perusahaan Otobus (PO) Yessoe Travel.

Komisaris PT Yessoe Travel Evy Susiana menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM ini berdampak pada semua lini terutama jasa transportasi. “Tentu sangat terasa soal kenaikan harga BBM, kita ikut naikan tarif untuk calon penumpang,” kata Evy.

Kenaikan tarif bus ini bervariasi antara 10 hingga 20 persen sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan untuk melayani masyarakat.

“Kenaikan tarif ini sangat teliti, karena kita takut akan berimbas pada penurunan calon penumpang akibat dianggap terlalu tinggi. Jadi kita ambil kenaikan yang tidak terlalu memberatkan penumpang juga,” ucapnya.

Disebutkan Evy untuk bus Kelas Executive Panorama Pagi dari Pangkalan Bun ke Sampit sekarang Rp 150 ribu, kemudian Pangkalan Bun ke Palangka Raya ini Rp 250 ribu. Harga ini ada kenaikan 20 persen dari sebelumnya.

Baca Juga :  Balapan Liar Makin Menjadi Di Pangkalan Bun

Kemudian Executive Jetbuss tarifnya sedikit berbeda yakni dari Pangkalan Bun ke Sampit Rp 130 Ribu dan Pangkalan Bun ke Palangka Raya 215 ribu.

Sedangkan untuk Pangkalan Bun ke Banjarmasin juga naik menjadi Rp 360 ribu menggunakan bus Exellent BJM. Kenaikan tarif ini telah disesuaikan dengan kenaikan harga BBM.

“Kami jelaskan juga bahwa kenaikan tarif ini berlaku sejak 4 September dan bagi yang sudah booking diatas tanggal 6 September bakal kita sesuaikan dengan tarif baru karena ini sudah menjadi kebijakan di perusahaan kami,” pungkasnya. (rin/sla) 

Pos terkait