Di Sampit Ada yang Jual Minyakita di Atas HET, Ternyata Distributornya dari Daerah Ini

minyakita lebihi het
TAK SESUAI: Temuan minyakita di Kota Sampit, Kalteng yang dijual di atas HET, padahal dalam kemasan tertulis jelas berapa harga yang wajib ditetapkan dari pemerintah. (Heny/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.com – Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap produk minyak goreng merek Minyakita yang dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Padahal di kemasan minyak tersebut tertulis jelas berapa HET yang diwajibkan, namun ternyata tetap dijual di atas harga yang ditetapkan pemerintah.

Bacaan Lainnya

Plt Kepala Diskoperindag Kotim Johny Tangkere mengatakan Minyakita merupakan minyak goreng kemasan yang disubsidi oleh pemerintah yang diperuntukkan sebagai minyak goreng rakyat.

Dengan adanya subsidi dari pemerintah, pemerintah telah menetapkan HET penjualan Minyakita diharga Rp 15.700 per liter.

“Kami telah melakukan sidak beras dan minyak goreng merek Minyakita yang kami temukan dijual melebihi HET. Di labelnya Rp 33.700 kemasan dua liter, seharusnya sesuai harga yang tertera di kemasan harganya tidak boleh melebihi Rp 31.400 untuk kemasan 2 liter,” kata Johny Tangkere saat diwawancarai Radar Sampit, Rabu (16/7/2025).

Pihaknya telah menanyakan ke swalayan terkait rantai pasokan Minyakita. “Mereka menyebut distributornya berasal dari Surabaya, kami menyarankan agar membeli dari distributor terdekat agar harganya bisa disesuaikan tidak melebihi HET,” ujarnya.

Johny menegaskan akan segera menelusuri rantai pasokan khususnya produk Minyakita yang sudah disubsidi pemerintah.

“Ini akan segera kami telusuri lebih lanjut. Dari mana rantai pasokannya, kenapa harga jual ke konsumen melebihi HET dan apa kendala di lapangan akan kami telusuri,” ujarnya.

Meskipun HET Minyakita sebesar Rp15.700 per liter, seringkali harga di lapangan tak sesuai, terutama di tingkat pengecer, bisa melebihi HET.

Baca Juga :  Delapan Hari Tersesat di Hutan, Wanita Lanjut Usia Ditemukan Selamat

“Kemungkinan ada beberapa faktor yang menyebabkan harga jual ke konsumen melebihi HET, bisa jadi karena rantai pasokan yang tidak efisien, pengecer mendapatkan pasokan dari pengecer lain, serta belum meratanya distribusi ke pelosok desa sehingga harga jual ke tingkat konsumen tidak merata,” tandasnya. (hgn)

Pos terkait