PALANGKA RAYA-Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Pendidikan Kota berupaya untuk terus mengoptimalkan sarana dan prasarana hingga Sumber Daya Manusia (SDM) sektor pendidikan diseluruh wilayah kota.
Salah satunya dengan menggelar bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kompetensi guru pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar, yakni implementasi Kurikulum Merdeka jenjang TK tahun 2023, pada Rabu (15/2) kemarin.
Wali kota Palangka Raya Fairid Naparin melalui Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayani mengatakan, langkah itu sebagai perwujudan Implementasi kemajuan kota Palangka Raya melalui Smart Environment (Lingkungan Cerdas), masyarakat Smart Society (Masyarakat Cerdas) dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui Smart Economy (Ekonomi Cerdas). Yang secara berkelanjutan terus dilakukan wali kota Fairid Naparin melalui Disdik.
Ditegaskannya, Disdik Kota selalu komitmen dalam peningkatan mutu dan kualitas serta kuantitas Pendidikan.
“Ini digelar yaitu untuk mendukung program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) yang telah mengembangkan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Ini juga sinergitas visi dan misi wali kota dalam dunia Pendidikan, melalui Smart Society dan Smart Environment,” ujar Jayani.
Dijelaskannya, bimtek itu merupakan platform edukasi yang menjadi teman penggerak untuk pendidik dalam mewujudkan Pelajar Pancasila yang memiliki fitur belajar, mengajar, dan berkarya.
Sasaran kegiatan ini, tenaga fungsional guru yang belum pernah mengikuti diklat atau bimtek tentang pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar, dengan jumlah peserta sebanyak empat puluh guru TK, yang dilaksanakan dari tanggal 14-16 Februari 2023.
Diuraikan pula, Platform Merdeka Mengajar merupakan platform edukasi yang dapat menjadi teman penggerak untuk guru dalam mewujudkan Pelajar Pancasila. Dalam mendukung guru mengajar, Platform Merdeka Mengajar menyediakan referensi bagi guru untuk mengembangkan praktik mengajar sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Saat ini tersedia lebih dari 2.000 referensi perangkat ajar berbasis Kurikulum Merdeka.
“Ini akan membantu guru melakukan analisis diagnostik literasi dan numerasi dengan cepat sehingga dapat menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan peserta didik,” imbuh Jayani.
Selanjutnya, Platform Merdeka Mengajar juga memberikan kesempatan yang setara bagi guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya kapanpun dan dimanapun. Guru dapat memperoleh materi pelatihan berkualitas dengan mengaksesnya secara mandiri. Melalui video inspirasi, guru bisa mendapatkan berbagai video inspiratif untuk mengembangkan diri dengan akses tidak terbatas.
Selain itu, Platform Merdeka Mengajar juga mendorong guru untuk terus berkarya dan menyediakan wadah berbagi praktik baik. “Guru dapat membangun portofolio hasil karyanya agar dapat saling berbagi inspirasi,” tukas Jayani.
Ditambahkannya, dalam menciptakan ekosistem kolaboratif dan meningkatkan efektivitas pembelajaran, Platform Merdeka Mengajar menggunakan Content Crowdsourcing, di mana pengembangan konten berbasis kontribusi dapat dilakukan oleh semua pihak.
“Kita ingin platform ini hidup menjadi ekosistemnya sendiri. Makanya komponen terpenting dari platform ini adalah crowdsourcing. Guru juga dapat saling belajar dan berbagi melalui Komunitas Belajar Daring yang terdapat di dalam Platform Merdeka Mengajar,”imbuh Jayani.
Selain itu pihaknya ingin, yang mengembangkan materi pembelajaran, materi mengajar, materi belajar, dan materi berkarya ini guru-guru, organisasi-organisasi pendidikan, sehingga kontennya semakin kaya.








