PALANGKA RAYA, radarsampit.com –Dinas Pendidikan Kota palangka Raya terus mengingatkan para pelajar terkait bahaya narkoba. Sehingga hal itu perlu diajarkan kepada seluruh pelajar di Kota Palangka Raya, sejak usia dini.
“Disdik terus mengingatkan para peserta didik agar selalu jauhi narkoba dalam bentuk apapun. Jangan sampai terjerumus ke dunia narkoba, karena bisa merugikan diri sendiri, keluarga dan kesehatan diri,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani ,melalui Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Aprae Vico Ranan, Selasa (22/8).
Ia melanjutkan, peredaran narkoba di Provinsi Kalteng tentunya sudah sangat membahayakan masyarakat, terutama pelajar. Apalagi belum lama ini Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng dan Polda Kalteng, menangkap berkilo-kilogram narkoba dari pengedar jaringan asal Kota Pontianak, Kota Banjarmasin, dan Negara Malaysia.
Berkaca dari itu tegas Vico, pihak sekolah disarankan untuk terus mengingatkan kepada peserta didiknya baik di tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Tingkat Pertama (SMP), sehingga mereka terhindar dari bahaya narkoba dalam bentuk apapun.
“Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya terus mengingatkan hal itu. Tujuannya untuk menghindari pelajar kita, agar tidak berkecimpung di dunia narkotika yang dapat membahayakan kesehatan manusia, apabila kecanduan,” imbuhnya.
Ditambahkan Vico, agar narkoba tidak merambah ke dunia pendidikan peran orang tua dalam pengawasan harus dilakukan sehingga hal-hal yang selama ini dikhawatirkan tidak terjadi.
“Saya menghimbau kepada para orang tua agar memperketat pergaulan anak-anaknya, agar jangan sampai mereka terjerumus ke pergaulan yang salah yakni masuk ke dunia narkotika. Karena dunia tersebut bisa merusak kesehatan anak apabila kecanduan,” tegas Vico.
Menurutnya, dengan memberikan pengetahuan terkait bahaya narkoba di sekolah, tentunya sangat bagus dengan tujuan menghindarkan peserta didik terjerumus dalam bahaya narkoba. Meskipun selama ini tidak ada laporan pelajar di Kota Palangka Raya, yang menjadi pecandu narkoba dalam jenis apapun.
“Semoga saja tidak ada pelajar kita yang menjadi pecandu narkoba. Saat ini data yang kami himpun sama sekali tidak ada,” ungkapnya.
Vico menambahkan, banyak dampak buruk penggunaan narkoba bagi kesehatan fisik generasi muda. Obat terlarang tersebut memiliki efek merusak pada organ tubuh. Seperti rusaknya hati, paru-paru, dan otak. “Misalnya, bahaya penggunaan narkoba seperti kokain, bisa meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan kejang,” tukasnya.
Dipaparkannya pula, upaya yang bisa dilakukan oleh pihak sekolah, yakni membuat tata tertib sekolah, melakukan razia intensif dan spontan. Selain itu bekerjasama dengan instansi terkait guna penyuluhan dan sosialisasi, menggunakan ekstrakurikuler sebagai sarana pencegahan, serta memasukkan materi tentang narkotika ke dalam kurikulum pengajaran.
“Jadidampak tidak langsung narkoba adalah uang dan harta benda habis terkuras. Selain itu dikucilkan masyarakat dan dari pergaulan orang-orang baik, serta tidak dipercaya lagi oleh orang lain. Karena umumnya pecandu narkoba akan gemar berbohong dan melakukan tindak kriminal,” pungkas Vico.(daq/gus)








