Ditolak Publik, Pemkab Kotim Tetap Pinjamkan Gedung Futsal Jadi Gudang Logistik Pemilu

futsal sampit
PENANDATANGANAN : Ketua KPU Kotim Muhammad Rifqi bersama Kadispora Kotim Wim Reinardt Kalawa Benung melakukan penandatanganan pinjam pakai Gedung Lapangan Futsal Indoor di Stadion 29 November yang dilaksanakan di Palace Ballroom, Aquarius Boutique Hotel Sampit, Senin (4/12/2023) sore. (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Meski menghadapi kecaman penolakan dari pemain futsal di Kota Sampit, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tetap meminjamkan gedung futsal indoor di Stadion 29 November untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotim. Gedung tersebut akan digunakan sebagai gudang logistis Pemilu dan Pilkada 2024.

Kesepakatan pinjam pakai itu ditandai dengan penandatanganan antara Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kotim dengan KPU Kotim di Palace Ballroom Aquarius Boutique Hotel sampit, Senin (4/12/2023). Gedung akan dimanfaatkan KPU selama dua tahun, mulai November 2023 sampai November 2025.

Bacaan Lainnya

Ketua KPU Kotim sekaligus Ketua Divisi Keuangan, Umum dan Logistik KPU Kotim Muhammad Rifqi menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kotim yang telah mengizinkan peminjaman sementara gedung futsal indoor untuk gudang Logistik Pemilu.

“Kami sampaikan apreasiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Bupati Kotim Halikinnor dan Dispora Kotim yang sudah bersedia meminjamkan gedung futsal indoor untuk penempatan gudang logistik sementara,” kata Muhammad Rifqi, Senin (4/12).

Rifqi mengakui proses pinjam pakai ini berlangsung cukup panjang. Pihaknya juga menyadari hampir mustahil gedung futsal indoor dipinjamkan untuk gudang logistik. Mengingat, tahun 2023 Pemkab Kotim telah merehab bangunan yang sebelumnya dijadikan Lapangan Tenis Indoor menjadi Lapangan Futsal Indoor dan digunakan saat pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalteng pada 26 Juli-5 Agustus 2023 lalu. Bahkan beberapa bulan setelahnya para pemain futsal sudah memanfaatkan lapangan itu sebagai tempat berlatih dan bertanding selama kurang lebih dua bulan.

Tak lama kemudian, dikabarkan KPU Kotim akan mengusulkan pinjam pakai lapangan futsal indoor untuk gudang logistik Pemilu. Sejak saat itulah sejumlah pemain futsal melakukan penolakan, dengan alasan mereka sudah nyaman menggunakan lapangan futsal indoor yang telah difasilitasi Pemkab Kotim.

“Kami sebenarnya juga merasa tidak enak dengan kondisi demikian. Setelah dilakukan survei di tempat lain, hampir tidak ada lagi lokasi yang memungkinkan. Karena, gudang logistik memerlukan beberapa kriteria seperti tempat yang luas, sirkulasi udaranya baik, dan aman,” ujarnya.

“Kami melihat lapangan futsal indoor dinilai tepat dan lebih representatif. Di dalam gudang logistik akan ada beberapa kegiatan mulai dari penyortiran logistik, pelipatan surat suara, perakitan hingga pengepakkan logistik,” tambahnya.

Saat ini Rifqi menginformasikan bahwa sejumlah logistic pemilu secara bertahap sudah datang dan ditempatkan di gedung futsal. Diantaranya, kotak suara, bilik suara, kabel, tinta dan gembok. Selanjutnya, disusul kedatangan surat suara yang diperkirakan akan datang awal tahun 2024. Untuk menjamin keamanan logistic Pemilu , selain telah disediakan pagar di kawasan Stadion 29 November, pihaknya juga telah memasang CCTV sebanyak 8 titik yang dapat dipantau KPU Kotim dan Polres Kotim.

“Kami juga sudah melakukan pengecekkan ada enam titik kebocoran itu juga sudah dilakukan perbaikan dan akan kami pantau lagi apabila masih ada kebocoran. Kami berkomitmen menjaga tempat itu, sedapat mungkin sarpras yang ada di dalamnya akan dijaga dan akan dikembalikan seperti semula saat awal peminjaman setelah berakhirnya tahapan pemilu,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Wim Reinardt Kalawa Benung mengatakan, Pemkab Kotim menilai kepentingan negara yang berkaitan dengan Pemilu juga dinilai penting untuk menjadi perhatian Pemkab Kotim.

“Kami memahami apa yang diinginkan pemain futsal yang selama ini sudah nyaman punya wadah untuk berlatih bermain futsal di tempat yang sudah pemerintah daerah sediakan. Tetapi, ada kepentingan negara juga yang mesti kita perhatikan dan kita tetap mengutamakan kepentingan nasional yang harus kita dukung demi suksesnya Pemilu 2024,” kata Wim RK Benung.

Pos terkait