SAMPIT, radarsampit.com – Dalam upaya mendukung percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (P3KE) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Diskop dan UKM) Kotim menggelar pelatihan vocational industri rumah tangga.
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari pada 10-12 Agustus 2023 di Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu.
Kepala Diskop dan UKM Kotim Rusmiati mengatakan, pelatihan vocational industri rumah tangga telah dilaksanakan dua kali tahun ini. Pertama, di Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara pada Juli 2023 lalu dan kedua di Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu. Kegiatan tersebut terlaksana melalui sumber Dana Alokasi Khusus (DAK Non Fisik) tahun anggaran 2023.
”Diharapkan pelatihan ini dapat memberikan pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat yang berada di garis kemiskinan ekstrem di Kotim, khususnya di Desa Pundu,” kata Rusmiati.
Rusmiati berharap nantinya dapat melahirkan pelaku usaha yang unggul, berdaya saing, dan mampu menciptakan peluang usaha yang mandiri, sehingga dapat mengakses sumber daya produktif yang akhirnya dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan sebagai upaya meningkatkan perekonomian daerah dalam percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem yang menjadi tantangan terbesar Kotim.
Kemiskinan ekstrem merupakan ketidakmampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang di ukur menurut garis kemiskinan. Masyarakat yang masuk kemiskinan ekstrem berpenghasilan setara dengan Rp11.633 per hari atau Rp348.990 per bulan.
Berdasarkan data BPS Kotim, terdapat 1.002 jiwa di Kecamatan Cempaga Hulu yang berada di garis kemiskinan ekstrem. Sebanyak 290 jiwa di antaranya berada di Desa Pundu.
”Ini menjadi perhatian serius Pemkab Kotim dan juga sebagai tindak lanjut Diskop dan UKM Kotim dalam upaya percepatan penghapusan kemiskinan. Sesuai surat Bupati Kotawaringin Timur, memerintahkan agar seluruh SOPD dapat memberikan program dan perlindungan sosial pada penduduk miskin sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan SOPD masing-masing,” katanya.
Rusmiati berpesan kepada pelaku usaha agar terus memanfaatkan bahan baku lokal menjadi barang yang berguna dan bernilai tambah ekonomi, tetap gali kemampuan untuk berkarya dengan semangat kemandirian, terus tingkatkan kemampuan berpikir dan bertindak secara kreatif dan inovatif serta tumbuhkan semangat jiwa kewirausahaan dan kemampuan bekerja secara teliti, tekun, dan produktif.
”Kami berharap melalui kegiatan pelatihan vocational industri rumah tangga dapat membawa manfaat bagi pelaku usaha khususnya di Desa Pundu,” katanya.
Ketua Panitia Penyelenggara Taufik Nurdin yang juga Kepala Bidang UMKM Diskop dan UKM Kotim mengatakan, pelatihan dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam meningkatkan kapasitas industri rumah tangga. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan ekstrem di Desa Pundu.
Sebanyak 35 peserta diberikan materi berupa program dan kegiatan Diskop dan UKM Kotim, sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021, sosialisasi pembuatan SPP-IRT secara online melalui Online Singel Submission (OSS), sosialisasi dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara online melalui Online Singel Submission (OSS), sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Qris BRI, sosialisasi Sertifikasi Halal dan sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan untuk UMKM.
”Kami mengundang narasumber dan tenaga pengajar dari Diskop dan UKM Kotim, Dinkes Kotim, DPM PTSP Kotim, BPJS Ketenagakerjaan, Kantor Cabang Halal Center Cendekia Muslim, UKM Minarti, dan BRI Unit Pundu sebagai pemateri,” katanya. (hgn/soc)








