Ekskavator Kecamatan Bisa Digunakan Antisipasi Karhutla

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersama sejumlah pihak terkait menggelar latihan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan
PERSIAPAN KARHUTLA: Danrem 102 Panju Panjung Brigadir Jendral TNI Yudianto Putrajaya didampingi Wabup Kotim Irawati dan sejumlah pejabat lainnya pada apel gelar personel dan materil dalam menghadapi karhutla di Stadion 29 November Sampit, Kamis (3/2). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersama sejumlah pihak terkait menggelar latihan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Stadion 29 November Sampit, Rabu (3/2). Kegiatan itu sebagai upaya mengantisipasi ancaman karhutla tahun ini.

Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan, latihan penanggulangan karhutla tersebut merupakan upaya antisipasi dari pemerintah dalam menghadapi ancaman karhutla. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah instansi terkait, mulai dari TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi lainnya.

Bacaan Lainnya

Dalam upaya antisipasi dan pencegahan karhutla, pemerintah memprogramkan pengadaan alat berat (ekskavator) bagi setiap kecamatan di luar ibu kota kabupaten. ”Ekskavator itu untuk membuka lahan pertanian, sehingga diharapkan tidak ada lagi pembukaan lahan dengan cara membakar lahan,” ujarnya.

Sebelumnya, sudah ada beberapa kecamatan yang mendapatkan pengadaan alat berat tersebut. Untuk engadaan ekskavator bagi kecamatan lainnya direncanakan April mendatang.

Baca Juga :  Beban Berlipat Rakyat, Fraksi NasDem DPRD Kotim Desak Tarif PDAM Diturunkan

Sementara itu, apel gelar personel dan materil latihan posko I dan posko II dalam rangka menghadapi ancaman bencana karhutla dipimpin Danrem 102 Panju Panjung Brigadir Jendral TNI Yudianto Putrajaya.

Pada kesempatan itu, dia salut dengan kekompakan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kotim dalam menangani ancaman karhutla. ”Saya yakin Forkopimda bisa satu frekuensi dalam pencegahan dan penanganan karhutla ini di Kotim,” ujarnya.

Dia juga mengapresiasi terobosan Pemkab Kotim yang menyiapkan ekskavator bagi setiap kecamatan guna menghindari terjadi pembukaan lahan dengan cara dibakar.

”Saya minta masyarakat mendengar arahan dan kebijakan dari pemerintah. Semoga karhutla bisa kita cegah,” tandasnya. (yn/ign)

Pos terkait