Radarsampit.com – Kabar duka menggegerkan internal kepolisian, Minggu (11/8/2024). Kapolsek Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Kompol Maryoko, meninggal dunia karena gantung diri di rumahnya di Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.
Kabar tewasnya mantan Kabagops Polres Mojokerto Kota itu menggegerkan instansi penegak hukum tersebut. ”Iya, benar,” kata dua anggota kepolisian yang dikonfirmasi terkait kebenaran Prajurit Kulon 1 (kapolsek) yang gantung diri.
Kabar Maryoko yang meninggal karena bunuh diri pertama kali muncul sekitar pukul 15.00 WIB. Maryoko menjabat Kapolsek Prajurit Kulon sejak September 2023.
Hingga berita ini diturunkan belum diketahui motif korban nekat mengakhiri hidup secara tragis. Proses penanganan tengah berlangsung di tempat kejadian perkara (TKP).
Namun setahun terakhir sejak dimutasi menjadi Kapolsek Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur, Kompol Maryoko sering mengalami sesak di dada dan napas kurang teratur. Ayah dua anak itu juga kerap pusing karena mengidap darah tinggi atau hipertensi.
Mantan Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota (2014–2017) tersebut juga dua kali mengalami stroke sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.
”Dulu waktu jadi Kabagops sempat izin karena masuk rumah sakit akibat stroke. Terus kemarin waktu jadi Kapolsek juga sempat masuk rumah sakit lagi dengan keluhan sakit yang sama,” ungkap seorang rekan sesama perwira seperti dikutip dari Jawa Pos Radar Mojokerto, (11/8/2024).
Kemarin Maryoko ditemukan tewas gantung diri di kamar belakang kediamannya di Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.
Kasihumas Polres Mojokerto Kota Ipda Agung Suprihandono menyebutkan, almarhum diduga nekat gantung diri akibat depresi lantaran sakit yang dideritanya sejak lama tak kunjung sembuh. ”Akhir-akhir ini almarhum beberapa kali izin untuk berobat,” ucapnya.
Bahkan, kemarin pagi pun dia izin pengamanan kegiatan jalan sehat di Alun-Alun Wiraraja. Maryoko terakhir terlihat ke publik saat ditugaskan pengamanan gerak jalan dan sepeda hias pelajar Kota Mojokerto di Surodinawan pada Sabtu (10/8/2024) pagi.
Berdasar pemeriksaan luar, tim medis tidak menemukan tanda-tanda indikasi kekerasan selain jeratan di leher. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, Kompol Maryoko didapati tewas dalam kondisi menggantung di rumahnya sekitar pukul 14.00 WIB
Peristiwa itu lantas dilaporkan ke perangkat desa setempat dan Polsek Puri. Bersama tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara. Salah satu barang bukti berupa meja kecil diamankan petugas. ”Tadi jenazah diturunkan bersama-sama dengan tim Inafis,” bebernya.
Selama berkarier di Polres Mojokerto Kota, polisi berpangkat melati satu tersebut dikenal sebagai sosok yang pendiam. Meski akhir-akhir ini fisiknya melemah dan sering sakit-sakitan, Maryoko selalu ingin tampil maksimal, khususnya di hadapan pimpinan.
Sebelum menjabat Kapolsek, Kompol Maryoko sempat berkarier sebagai perwira mulai dari Kanitreskrim Polsek Tarik, Sidoarjo. Kemudian pindah ke Polsek Waru, Sidoarjo, dan Polda Jatim.
Pada 2014 dia dipindah tugas sebagai Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota hingga 2017. Kemudian dimutasi dengan jabatan yang sama ke Polres Ngawi dan Polres Ponorogo mulai 2017 hingga 2020.
Pada 2022 Maryoko kembali bermarkas di Polres Mojokerto Kota, tapi dengan pangkat yang naik satu setrip, yakni kompol dengan jabatan Kabagops. Pada September 2023 dia dipindahtugaskan sebagai Kapolsek Prajurit Kulon. (vad/far/fen/c9/ttg)








