SAMPIT, radarsampit.com – Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim berlanjut di halaman Kantor Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotim.
Tak jauh berbeda dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Taman Kota Sampit Rabu (24/7/2024) sebelumnya. Antusias masyarakat menyerbu sejumlah komoditas pangan yang jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran membuat barang ludes dalam waktu sekejap.
Bahkan, kegiatan yang dijadwalkan jam 09.00 WIB Kamis (25/7/2024) pagi, terpaksa dimajukan karena banyaknya masyarakat yang sudah lama menunggu dua jam sebelum kegiatan dimulai.
“Kami sudah stanby menata komoditas pangan yang ingin dijual sejak jam 6 pagi. Masyarakat terus berdatangan jam 7 pagi, karena banyak masyarakat yang sudah menunggu, Gerakan Pangan Murah akhirnya dibuka sebelum jadwal sekitar jam 08.00 WIB,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng Aster Bonawaty Mangkusari melalui Penanggungjawab Tim Dinas Ketahanan Provinsi Kalteng Rahmawati, Kamis (25/7/2024).

Rahmawati mengatakan, Gerakan Pangan Murah di Kotim sudah diadakan dua kali bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim. Pertama diadakan awal tahun di dua lokasi di Kota Sampit dan kegiatan GPM kedua kali ini, juga digelar di dua lokasi selama dua hari berturut-turut di Kota Sampit.
“Kemarin pagi kami sudah menggelar Gerakan Pangan Murah di Taman Kota Sampit dan pagi hari ini kegiatan berlanjut di halaman kantor kelurahan Ketapang,” ujarnya.
Gerakan Pangan Murah ini juga bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) ke-3 tahun yang jatuh pada 29 Juli 2024.
Pada hari pertama, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng menyediakan sejumlah komoditas pangan seperti bawang merah 80 kilogram seharga Rp 22 ribu per kg, bawang putih 80 kilogram seharga Rp 35 ribu per kg, gula 450 kg seharga Rp 16 ribu per kg, minyak goreng Fortune 500 liter Rp 16 ribu per liter, beras premium 8 ton seharga Rp 60 ribu per 5kg, beras SPHP Bulog 2 ton seharga Rp 62 ribu per 5 kg.
Hari kedua ini disediakan bawang merah 100 kg, bawang putih 80 kg, minyak goreng Fortune 300 liter, minyak goreng Kita 300 liter seharga Rp 14 ribu per liter, beras premium merk Burung Tingang disediakan 4 ton seharga Rp 60 ribu per 5 kg, beras Siam Kahayan 4 ton Rp 60 ribu per 5 kg, beras SPHP 2 ton Rp 62 ribu dan gula kami sediakan 500 kg seharga Rp 16 ribu per kg.
Adapula komoditas telur yang disediakan peternak lokal Kotim sebanyak 100 krat seharga Rp 50-55 ribu per krat dan telur bebek seharga Rp 90 ribu per krat yang disediakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim.
“Hari ini juga ada produk dari PT Wilmar yang dipasarkan dengan harga distributor seperti minyak goreng Siip Rp 16 ribu per liter, tepung Sania Rp 9 ribu dan ada juga frozen food yang ikut membuka lapak bergabung jualan di kegiatan Gerakan Pangan Murah ini,” katanya.
Selain itu, Minarti Petani Sayur di Teratai 5 juga ikut membantu memasarkan hasil panen sejumlah petani dan ikut meramaikan Gerakan Pangan Murah selama dua hari ini dengan menyediakan sawi 20 ikat seharga Rp 5 ribu per ikat, bayam 25 ikat seharga Rp 5 ribu per ikat, selada 30 ikat seharga Rp 5 ribu per ikat, gambas 25 bungkus seharga Rp 5 ribu per 1/2 kg, terong 20 bungkus seharga Rp 5 ribu per 1/2 kg, daun kelor 20 ikat seharga Rp 5 ribu per ikat, buncis 30 bungkus, pare 20 bungkus, tomat 25 bungkus per 3 onz, lombok merah besar 20 kap, lombok rawit 50 kap per1 ons, lombok keriting 25 seharga serba Rp 5 ribu.








