PANGKALAN BUN – Keluarga Besar pengusaha nasional asal Kabupaten Kotawaringin Barat H. Abdul Rasyid AS kucurkan bonus bagi para atlet PON Kalteng peraih medali emas, perak, dan perunggu di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tahun 2021. Bonus tersebut merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan para atlet yang telah mengharumkan nama Kalteng di dunia olahraga.
Reward tersebut diserahkan langsung oleh Owner Citra Borneo Indah (CBI) Group di Villa Sulung, kawasan perkebunan PT. Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Tbk pada Minggu (7/11).
Sebanyak 22 atlet dari cabang olah raga dayung peraih meraih medali emas, mendapat bonus berupa tunai sebesar Rp 25 juta. Namun karena cabor dayung berhasil memperoleh dua emas maka masing-masing atlet mendapatkan bonus Rp 50 juta.
Kemudian lima atlet peraih medali perak yakni satu dari cabor atletik dan empat dari cabor catur, mereka masing-masing mendapat bonus Rp 15 juta. Kemudian untuk atlet peraih perunggu juga mendapat penghargaan atas prestasinya sebesar Rp 5 juta.
Selain para atlet, H. Abdul Rasyid juga tak melupakan peran penting para pelatih. Masing-masing pelatih juga mendapat bonus Rp 5 juta per orang.
Wakil Sekretaris I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalteng Wilson U Maseh atau yang akrab disapa Kudith mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan undangan dari H. Abdul Rasyid AS yang disampaikan secara langsung pada dirinya. “Bahkan, beliau juga langsung melakukan video call saat kami sedang mengikuti PON XX di Papua. Beliau mengatakan bakal mengundang atlet peraih medali emas untuk mendapatkan bonus dari uang pribadi beliau,” jelas Kudith.
Menurut Kudith, undangan H. Abdul Rasyid AS tersebut memang bukan hanya sekedar basa-basi belaka. “Kemarin saya kembali dihubungi oleh ajudan beliau dan menegaskan bahwa Bapak H. Abdul Rasyid AS mengundang bukan hanya atlet peraih emas. Namun juga atlet peraih medali perak dan perunggu serta para pelatih,” jelas Kudith.
Menurutnya H. Abdul Rasyid AS merupakan orang pertama di Kalteng yang memberikan apresiasi dan tali asih atas perjuangan para atlet Kalteng.
Sementara itu H Abdul Rasyid AS, mengatakan bahwa dirinya tergerak untuk memberi bonus bagi para atlet yang berprestasi tersebut karena beberapa hari sebelum PON berakhir, dirinya masih berada di Singapura untuk urusan bisnis. Ia melihat Kalteng masih belum meraih medali.
“Saya tanyakan, kenapa kondisi ini terjadi. Saya kemudian memberikan ide, bagaimana bila atlet yang memperoleh medali emas, akan saya beri uang penghargaan sebagai apresiasi pada prestasi yang dicapai,” jelasnya.
“Saat itu saya sampaikan bahwa bakal ada bonus uang penghargaan sebesar Rp 25 juta per atlet pada cabang olahraga (cabor) beregu dan Rp 50 juta pada cabor perorangan,” lanjutnya.

Karena itulah, ia sengaja mengundang para atlet peraih medali itu untuk datang ke Villa Sulung dan menerima uang penghargaan tersebut secara langsung. “Jadi bila ada isu di luar yang mengatakan bahwa saya sekedar memberikan janji tanpa bukti pada atlet Kalteng peraih medali, anggap saja kabar itu kabar sampah semata. Nantinya bila kalian sudah kembali ke rumah, sampaikan bonus ini pada keluarga. Sehingga semua bisa berbahagia atas prestasi kalian,” katanya.
Sementara itu, Didi Jeriandi salah seorang atlet cabang olahraga (cabor) dayung yang menerima uang tali asih itu mengungkapkan kebahagiaannya. Ia dan rekannya para atlet Kalteng peraih medali membuktikan secara nyata perhatian H. Abdul Rasyid AS atas prestasi yang sudah mereka raih.
“Sebelumnya beliau menyampaikan bakal memberikan bonus sebesar Rp 50 juta pada atlet peraih emas cabor perorangan dan Rp 25 juta pada setiap atlet cabor beregu. Nah, karena dayung memperoleh 2 emas, saat ini kami masing-masing menerima uang tunai total Rp 50 juta,” jelas Didi Jeriandi.








