Sebagai upaya meningkatkan layanan sosial, Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor akhirnya meresmikan Rumah Singgah Dinas Sosial Kotim. Hal itu menjawab permasalahan sosial masyarakat Kotim terkait orang terlantar, gelandangan, pengemis, serta orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)
HENY, Sampit | radarsampit.com
Halikinnor berharap Rumah Singgah Dinsos Kotim yang berlokasi di Jalan Letnan Jenderal S Parman Sampit tersebut dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.
”Warga yang tinggal jauh dari kota yang minim biaya dan tidak tahu mau menginap di mana, diperbolehkan tinggal sementara,” kata Halikinnor, Bupati Kotim, Senin (11/12/2023).
Menurutnya, potensi permasalahan sosial akan terus ada selama perekonomian Kotim terus berkembang. Hal itu juga didukung dengan jumlah penduduk Kotim yang mencapai lebih dari 400 ribu jiwa.
”Kotim dengan jumlah penduduk terbesar se-Kalteng tentu tidak luput dari masalah sosial yang kemungkinan akan kita hadapi. Perekonomian Kotim yang terus berkembang maju akan menarik pendatang seperti gelandangan pengemis mencari uang diperempatan jalan,” ujarnya.
Radar Sampit telah mengikuti proses pembangunan yang telah dikerjakan sejak 26 Juni dan selesai 23 September 2023. Sebelumnya, bangunan aset milik Pemkab Kotim ini dulunya merupakan kantor eks Pengadilan Agama Kotim yang sudah lama kosong dan tak layak pakai dan rawan tergenang banjir, sehingga harus dirombak alias direnovasi total dan dialih fungsikan sebagai bangunan rumah singgah yang kini dikelola Dinsos Kotim.
Sesuai nilai kontrak, pekerjaan rehabilitasi bangunan rumah singgah dikerjakan CV Karunia senilai Rp728.605.237 menggunakan sumber dana APBD Kotim tahun anggaran 2023.
Rumah singgah tersebut dibangun di atas lahan seluas 18×23 meter. Awalnya di lokasi itu merupakan Kantor Pengadilan Agama Kotim. Bangunan yang didirikan bernuansa kuning cerah dengan kapasitas 30 orang.
Di dalamnya ada 8 ruang yang difungsikan sebagai ruang administrasi pada sisi kanan pintu masuk, ruang inap lengkap dengan spring bed, ruang inap anak, ruang observasi, ruang musala, dapur dan 4 toilet.
Kepala Dinsos Kotim Wiyono mengatakan, keberadaan rumah singgah orang terlantar sangat dibutuhkan dalam penanganan masalah orang terlantar maupun orang disabilitas yang ditemukan di jalan dan tidak memiliki tempat tinggal. ”Selama ini Dinsos Kotim belum punya rumah singgah, sehingga tahun ini Pemkab Kotim menyediakan bangunan untuk rumah singgah orang terlantar yang sekarang sudah diresmikan Pak Bupati Kotim,” kata Wiyono.
Wiyono menuturkan, Dinsos Kotim telah menangani 36 ODGJ yang di antaranya ada yang sudah 2 – 4 kali penanganan terhadap ODGJ yang sama.
Dinsos Kotim juga sudah merujuk dua ODGJ ke Panti Sosial Bina Laras Pambelum milik Dinsos Kalteng dan tiga ODGJ dirujuk ke RSJ Sambang Lihum serta satu ODGJ lainnya dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus. ”Kami juga sudah melaksanakan MoU dengan Panti Rehabilitasi Gangguan Kejiwaan Joint Adulam Ministry (JAM). Pada 2024 akan dianggarkan untuk pelaksanaan perjanjian kerja sama dengan Dinsos Kotim,” kata Wiyono.
Selain penanganan ODGJ, Dinsos Kotim bersama Satpol PP Kotim juga mengamankan dan memberikan pembinaan kepada 31 orang gelandangan pengemis yang berkeliaran di Kota Sampit.
Dari sisi layanan sosial, Dinsos Kotim juga telah memberikan bantuan sosial untuk lansia dan disabilitas terlantar sebanyak 40 paket kebutuhan pangan, penyediaan alat bantu untuk penyandang disabiltas kepada 22 penerima dan bantuan rujukan berobat untuk keluarga miskin yang sakit sebanyak 9 penerima.








