Hebatnya Santri Kotim dalam Piala Kasad Liga Santri PSSI 2022

Sempat Demam Panggung, Menang Besar dari Lamandau, Melenggang ke Final

piala kasad liga santri kalteng
MENANG BESAR: Kesebelasan santri Pondok Pesantren Darul Amin Kotim menundukkan Ponpes Mambaul Hikmar dari Lamandau dengan skor 6 - 0 di Stadion Senaman Mantikei Palangka Raya, Kamis (11/8). (IST/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Kesebelasan santri Pondok Pesantren Darul Amin Kabupaten Kotawaringin Timur menunjukkan prestasi membanggakan dalam Piala Kasad Liga Santri PSSI Tahun 2022 di Kota Palangka Raya. Mewakili Kotim, pasukan santri itu melenggang sampai partai final yang akan digelar hari ini.

Langkah kesebelasan Darul Amin menuju final itu dipastikan setelah menghancurkan kesebelasan Ponpes Mambaul Hikmar dari Lamandau dengan skor mencolok; 6 – 0 di Stadion Senaman Mantikei Palangka Raya, Kamis (11/8).

Bacaan Lainnya

”Ahamdulillah, pertandingan semifinal begitu memuaskan. Pemain sangat atraktif dan dapat menjalankan apa yang sudah diajarkan pelatih. Hanya saja, ada sedikit kendala. Beberapa pemain merasa demam panggung, selebihnya permainan mereka luar biasa,” kata Ari Fawait, pelatih Darul Amin FC.

Tim Darul Amin mampu menguasai posisi bola. Dari awal pertandingan hingga menit terakhir pertandingan, kesebelasan Darul Amin menyerang lawan tak kenal ampun. Pada gol pertama menit kedua, bola berhasil disarangkan Yoga, striker Darul Amin yang mengenakan nomor punggung 10.

”Dari awal pertandingan sudah terjadi kemelut di depan gawang Lamandau. Yoga berhasil merebut dan menciptakan gol pertama pada menit kedua,” katanya.

Pada babak kedua, pelatih melakukan rotasi pemain inti dengan pemain cadangan. Kastalani dengan nomor punggung 9 yang tadinya di posisi striker, berubah menjadi gelandang serang. Strategi itu sukses. Kastalani berhasil menyumbangkan gol keempat ke gawang lawan.

”Saya melihat Kastalani punya potensi berada di dua posisi sebagai gelandang dan penyerang. Dia juga berhasil mencetak gol keempat pada babak kedua, menit 15,” ujarnya.

Pertandingan babak kedua diwarnai penalti. Yoga yang melakukan eksekusi, gagal menyarangkan bola setelah tendangannya ditepis kiper lawan. Di pengujung laga, Rofiq yang bermain sebagai penyerang berhasil mencetak gol penutup yang menghancurkan santri Lamandau dengan skor 6-0.

”Pertandingan semifinal begitu memuaskan. Pemain mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kami bersiap mengatur strategi yang lebih baik lagi untuk menghadapi laga final,” katanya.

Asisten Pelatih Muhammad Hamim menambahkan, Ponpes Darul Amin akan melawan Ponpes Hidayatul Insan dari Kota Palangka Raya untuk memperebutkan juara.

”Menghadapi final, pemain tidak ada persiapan khusus. Kami hanya menerapkan disiplin dalam menjaga pola tidur. Istirahat lebih awal jam sembilan malam, bangun salat subuh, dan jogging. Sarapan yang cukup dan menjaga kesehatan fisik pemain. Terpenting memperkuat mental agar siap bertanding,” kata Hamim.

Manager Tim Darul Amin Danu Imam optimistis mampu memenangkan pertandingan final. Total ada 21 pemain termasuk 10 pemain cadangan yang siap menghadapi laga final Jumat (12/8) sore ini.

”Kami optimistis bisa memenangkan pertandingan. Apabila menang, secara otomatis kami mewakili Kalteng melanjutkan pertandingan di tingkat nasional,” kata Danu.

”Hampir semua pondok pesantren di Kotim ikut serta dalam pertandingan. Ada tujuh ponpes yang bertanding dalam liga santri PSSI 2022 dan sampai akhirnya Darul Amin FC yang berhasil mewakili Kotim bertanding di tingkat provinsi,” tambahnya.

Piala Kasad Liga Santri PSSI 2022 sebelumnya dibuka KSAD Jenderal Dudung Abdurcahman di Stadion Merdeka Jombang, Senin (20/6) lalu. Liga santri dimulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional yang rencananya akan dilaksanakan September 2022 di Markas Besar TNI Angkatan Darat.

Turnamen Piala Kasad 2022 merupakan event Angkatan Darat bekerja sama dengan Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang bertujuan untuk melahirkan bibit unggul pesepak bola nasional maupun internasional dari latar pendidikan para santri di seluruh pesantren di Indonesia.

Pos terkait