Radarsampit.com – Inflasi Sampit Tembus 4,02 Persen pada Juni 2026. Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas dan jasa, mulai dari emas perhiasan, bahan bakar minyak (BBM), hingga tarif angkutan udara yang ikut mendorong laju Indeks Harga Konsumen (IHK).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur, inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) di Kota Sampit tercatat sebesar 4,02 persen. Selain itu, inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) mencapai 0,28 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) berada di angka 2,63 persen.
Kepala BPS Kabupaten Kotawaringin Timur, Eddy Surahman, menjelaskan bahwa kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran masih menjadi faktor utama yang membentuk inflasi di Sampit selama Juni 2026.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,75 persen. Peningkatan harga emas perhiasan tercatat sebagai komoditas yang paling dominan dalam kelompok tersebut.
Selain itu, sektor transportasi turut memberikan kontribusi signifikan dengan andil inflasi sebesar 0,71 persen. Kenaikan harga bensin, solar, pelumas kendaraan, serta tarif angkutan udara menjadi faktor yang mendorong peningkatan biaya transportasi masyarakat.
Tekanan inflasi juga berasal dari kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran yang menyumbang 0,29 persen. Harga makanan siap saji, seperti nasi dengan lauk, ayam goreng, dan ikan bakar mengalami penyesuaian sehingga memengaruhi pergerakan indeks harga.
Sementara itu, kelompok pendidikan memberikan andil inflasi sebesar 0,14 persen. Kenaikan biaya bimbingan belajar, pendidikan taman kanak-kanak, hingga perguruan tinggi ikut mendorong kenaikan pada sektor tersebut.
Di sisi lain, laju inflasi berhasil tertahan oleh turunnya harga sejumlah komoditas pangan, seperti cabai rawit, bawang merah, tomat, dan beberapa bahan kebutuhan pokok lainnya.
BPS menyatakan akan terus memantau perkembangan harga melalui Indeks Harga Konsumen sebagai bahan evaluasi pemerintah dalam menjaga stabilitas inflasi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.








